Senin, 30 April 2018 09:37 WITA

Fadli Zon: Semoga Film "212 The Power of Love" Banyak Ditonton Masyarakat

Editor: Mulyadi Abdillah
Fadli Zon: Semoga Film

RAKYATKU.COM - Film "212 The Power of Love" segera tayang di bioskop tanah air. Rencananya, film ini akan rilis mulai 9 Mei 2018. 

Politikus Gerindra Fadli Zon baru-baru ini bertemu dengan aktor Film "212 The Power of Love", Fauzi Baadila. Keduanya sempat berfoto bareng.

"Dengan Fauzi Baadila aktor film "212 the Power of Love" semoga filmnya sukses n byk ditonton masyarakat," kicau akun Twitter Fadli Zon, Minggu (30/4/2018).

Postingan ini menuai beragam komentar. 

"Nonton Film "212 The Power Of Love" sambil pada pakai Kaos #2019GantiPresiden seru kali ya...," cuit @abu_waras.

"Sepertinya akan meledak ini film, belum ada film Indonesia di tonton sampai 7jt orang kan...," kicau @Vanyudha2.

"Semoga filmnya laris seperti film G30SPKI dulu. Kelihatan sekali politik jaman orde barunya. Wajarlah, krn sutradara & penulisnya jg pasti dr jaman orde baru yg belum move on. Niat sekali cuci otak masyarakat luas demi politik. Adu program saja biar lebih cerdas & menarik simpati," cuit @atmamaymaran.

Film ini disutradarai Jastis Arimba yang diproduksi Warna Pictures. Jastis Arimba pernah menyabet dua penghargaan dalam Eagle Award Film Documentery Competition (EA FDC) 2007. Yaitu Film Terbaik dan Film Favorit Pilihan Pemirsa lewat Film Dokumenter “Kepala Sekolahku Pemulung”. 

Sinopsis Film

Rahmat, seorang jurnalis di Majalah Republik. Sosoknya yang dingin dan cenderung sinis membuat ia tidak memiliki banyak teman, kecuali Adhin sang fotografer. Suatu ketika Rahmat mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia, ia pun harus pulang ke Ciamis, setelah 10 tahun ia pergi dan belum pernah satu kalipun kembali karena persoalan di masa lalu. di Ciamis Rahmat bertemu kembali dengan Yasna, sahabat kecil yang diam-diam masih ia kagumi hingga saat ini. 

Usai pemakaman ibunya, Rahmat bermaksud kembali ke Jakarta, namun ia mendapat informasi bahwa ayahnya Ki Zainal akan melakukan longmarch bersama para santri dari Ciamis untuk mengikuti aksi pada tanggal 2 Desember 2016. Hubungan Rahmat dan Ki Zainal diketahui sangat tidak harmonis, ia menganggap Rahmat seorang pengecut yang tidak bertanggung jawab. 

Rahmat berupaya menggagalkan niat ayahnya, karena khawatir aksi tersebut akan memicu kerusuhan serta menimbulkan korban jiwa seperti peristiwa aksi 98. Berhasilkah upaya Rahmat, atau ia justru terjebak dalam aksi tersebut ? lalu bagaimanakah akhir hubungan antara Rahmat, Ki Zainal dan Yasna?

Berita Terkait