Kamis, 19 April 2018 08:35 WITA

May Day, Film Nasional Pertama dari Makassar

Penulis: Nur Izzati - Muh. Fadel
Editor: Mays
May Day, Film Nasional Pertama dari Makassar
Zulkifli Gani Ottoh, usai memotong tumpeng pada launching shooting film "May Day" yang diproduksi Fajar Multi Film di Grand Clarion Hotel, Rabu (18/4/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fajar Multi Film memproduksi film yang menceritakan tentang hubungan industrial dan tripartit antara pekerja, pengusaha dan pemerintah, judulnya "May Day".

Zulkifli Gani Ottoh selaku Produser menuturkan, film ini dikemas dengan kultur nasional dan melibatkan kalangan pejabat pemerintah. 

Selain menceritakan tentang perjalanan pekerja dalam tuntutan peningkatan upah, film yang mengangkat isu di kalangan pekerja ini, juga mengisahkan hubungan kasih sayang serta percintaan antara keturunan Pribumi dan Tionghoa.

"Film ini mengajarkan kita untuk memahami profesi kita masing-masing, juga membahas masalah ketenagakerjaan dan cerita cinta, semuanya dibungkus jadi satu," ungkapnya, saat syukuran film ini, di Grand Clarion Hotel, Rabu (18/4/2018).

Ia menuturkan, syuting perdana film ini akan dilakukan di Jakarta, pada 23 April mendatang. Selanjutnya, pada 26 April, proses syutingnya dilanjutkan di pabrik Semen Bosowa di Pangkep (Sulsel), dengan melibatkan pemain dari Makassar.

loading...

Film ini, kata pria yang akrab disapa Zugito ini, direncanakan tayang pada akhir tahun 2018, dengan proses syuting sekitar satu bulan.

"Lokasi syuting 80 persen di Sulsel, seperti Pangkep, Kampus Universitas Fajar (Unifa) dan Kantor PWI. Dengan melibatkan banyak pejabat termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS," ujarnya.

Lelaki yang juga sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sulawesi Selatan ini mengaku, film yang sedang digarap bersama sutradara Andi Burhamzah ini, merupakan film nasional pertama dari Makassar. Di mana, terdapat tiga bahasa yang akan digunakan dalam film tersebut, yakni Indonesia, Inggris dan Mandarin.

"Tentu kami senang bisa menampilkan satu karya sineas Makassar untuk film nasional. Kali ini kita coba untuk bersaing di FFI (Festival Film Indonesia). Mudah-mudahan bisa jadi nominasi," terangnya.

Loading...
Loading...