Minggu, 08 April 2018 08:55 WITA

Angkat Mitologi Ayunan, Film de Toeng Gelar Casting di Jeneponto

Editor: Abu Asyraf
Angkat Mitologi Ayunan, Film de Toeng Gelar Casting di Jeneponto
Suasana casting film de Toeng di salah satu warkop di Jeneponto, Sabtu (7/4/2018).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Film berjudul de Toeng yang menggelar casting di Jeneponto. Tepatnya di Balla Kopi Turatea, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Empoang Kota, Kacamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. (7/4/2018).

Casting ini khusus untuk mencari pemeran pembantu. Film ini memang menceritakan mitos di bukit Toeng, Jeneponto. Sutradara film de Toeng, Bayu Pamungkas mengatakan, ide itu muncul saat hunting sepuluh bulan yang lalu di Jeneponto. Kala itu, dia mencari rumah tradisional.

"Saya menemukan rumah di daerah bukit Toeng. Saat itu pemilik rumah menceritakan mitos bukit itu yang katanya toeng kalau dalam bahasa Makassar itu artinya ayunan dan konon sering terdengar suara ayunan toeng," jelas Bayu. 

Menurutnya, film yang akan dibuat itu berbeda dengan film horor. Kalau film horor, banyak menampilkan hantu yang mengganggu manusia. Sedangkan pada film ini, hanya mengangkat sudut pandang seorang anak dari dokter yang ditugaskan di daerah. 

Anak itu mampu berkomunikasi dengan nenek toeng, makhluk yang dimitoskan masyarakat setempat. Sekaligus mengangkat perspektif budaya dan mitologi daerah Jeneponto.

"Kami lebih mengangkat perspektif budaya dan mitologi yang ada di daerah ini. Itulah yang mendorong kami untuk menggelar casting pemeran pembantu di sini. Selain memperkuat karakter dalam film ini, juga berniat menyerap potensi lokal yang ada di Jeneponto," tambah Bayu.

Casting berlangsung sejak Sabtu (7/4/2018) hingga hari ini Minggu (8/4/2018) pukul 17.00 Wita.

Salah seorang peserta casting, Sasa mengaku bangga karena pertama kali ikut casting film. "Ini pengalaman pertama bagi saya. Tadinya sih, agak grogi sekaligus bangga karena dapat ikut casting pada film nasional seperti ini," ucap dia.