Jumat, 06 April 2018 17:18 WITA

G.O MBLAQ Beberkan Permainan Kotor di Industri K-Pop

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
G.O MBLAQ Beberkan Permainan Kotor di Industri K-Pop

RAKYATKU.COM - G.O MBLAQ membeberkan rahasia terkait permainan kotor yang kerap dilakukan oleh agensi artis boyband dan girlband di Korea Selatan.

G.O yang saat ini aktif menjadi host Afreeca TV, berbagi pengetahuannya terkait beberapa agensi Hiburan Korea yang menipu artis mereka. Utamanya pada artis baru. Penipuan ini terkait finansial dan pemasukan yang hanya menguntungkan pihak agensi.

"Para artis pemula lebih mudah tertipu karena mereka belum tahu cara kerja, sehingga mereka menjadi target yang mudah. Idol senior yang lebih tua dan lebih populer tahu lebih baik, jadi mereka tidak tertipu sama sekali,” papar G.O dalam video nya.

G.O menambahkan, ia mengetahui sebuah grup idol yang mengalami hal tersebut. Ia hanya dibayar sangat minim per tahun meskipun telah memiliki "nama" di industri Kpop. Meski begitu, G.O tidak menyebutkan nama grup tersebut.

“Saya tahu bahwa sebuah grup, yang namanya Anda semua akan tahu jika saya menyebutnya, mereka hanya menghasilkan $20.000 dalam setahun, bahkan ketika kelompok itu berada di puncak. Bahkan, kelompok tersebut harus membagi $20.000 ke dalam jumlah anggota, yang berarti satu orang mendapat $3,000 - $4.000 per tahunnya. Jadi mereka dapat kurang dari $300 per bulan," lanjut G.O.

Ia menambahkan, biasanya agen-agen mengelabui para artis idol agar percaya bahwa mereka dibayar lebih rendah daripada yang agensi diterima, pihak agensi pun terkadang tidak transparan terkait nilai kontrak yang ditandatangani. Jika artis pemula, tentunya tidak berani meminta agensi untuk melihat tanda terima yang sebenarnya, karena takut mereka tidak akan dapat menemukan pekerjaan di industri ini lagi.

“Katakanlah agensi mematok harga untuk grup idol nya seharga $10.000 per pertunjukan. Agensi akan memberi tahu artisnya bahwa mereka akan menerima $5.000,” jelasnya.

Karena Rookie Idol atau idola baru menjadi sasaran mudah, hal ini yang membuat agensi lebih memilih menggunakan artis baru, dibanding permintaan artis terkenal miliknya.

“Katakanlah biro iklan menerima permintaan untuk artis yang terkenal untuk muncul seharga $30.000. Agensi akan menolak permintaan itu dan sebaliknya, menyarankan untuk mengirim rookie sebagai ganti setengah harga,” jelasnya.

“Setelah grup rookie melakukan pertunjukan agensi tersebut mengatakan mereka tidak menerima uang untuk pertunjukan tersebut karena mereka dikirim untuk mempromosikan diri mereka sendiri, bukan untuk menghasilkan uang. Jadi, kerugian bagi idola pemula yang bekerja keras tetapi tidak dibayar, sementara idol populer juga rugi tidak dapat lagi melakukan pertunjukan dan tidak dibayar. Hal itu semata-mata untuk keuntungan agensi,” kata G.O.

G.O membeberkan hal ini berdasarkan kisah nyata pada beberapa agensi, serta berdasarkan pengalaman pribadinya yang bekerja pada sebuah agen hiburan yang berakhir bangkrut dan ditutup.

Tags