Rabu, 14 Maret 2018 08:30 WITA

Para Pemain Ungkap Kesulitan Saat Main di Film Badik

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Para Pemain Ungkap Kesulitan Saat Main di Film Badik

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Para pemeran Film Badik The Movies mengaku tertantang dalam melakoni karakter dalam film yang mengangkat kearifan lokal Bugis-Makassar ini.

Qausar Harta Yudana yang berperan sebagai Badik, mengaku baru pertama kali memerankan sosok karakter seperti Badik. Disamping itu, ia juga mengalami kesulitan dalam melakukan dialek makassar.

"Sudah dari 20 Februari (belajar dialek) meski tidak full bahasa Bugis-Makassar, tapi dialegnya yang kita tonjolkan," kata Qausar, Selasa (13/3/2018) malam.

Hal senada diungkapkan oleh pemeran lainnya seperti Donny Alamsyah, Mike Luckock, Gesha Shandy, dan artis lainnya. "Sudah bisa, memang ada penekanan pada intonasinya, seperti sudahmi, ayomi," ungkap Gesha.

Meski film ini merupakan karya dari anak muda asli Bugis-Makassar yang tergabung dalam Manggala Cinema, namun pihak rumah produksi ini ingin memperkenalkan karya pertamanya kepada masyarakat, dengan menggandeng artis-artis ternama.

Tak tanggung-tanggung, selain artis Ibu Kota, Manggala Cinema juga bekerjasama dengan penulis skenario ternama, yakni Fajar Umbara.

Para Pemain Ungkap Kesulitan Saat Main di Film Badik

Produser Badik The Movie, Faisal mengungkapkan, pihaknya sangat bersemangat untuk memberikan tontonan yang baik bagi masyarakat. Dimana, sejak awal, film ini bertujuan untuk mengajak masyarakat khususnya anak muda, agar lebih peduli lagi terhadap budaya.

"Kami tidak menutup diri dengan pihak lainnya, siapa mau support dan sharing dengan rumah produksi ini (Manggala Cinema), kita terima. Apalagi jika hal itu bisa memberikan edukasi pada masyarakat," tutur lelaki yang akrab disapa Ical ini.

Dalam kesempatan yang sama, Devris De Brigel Action Director mengungkapkan, biaya produksi film ini kurang lebih Rp 4,5 miliar. Anggaran ini merupakan tahap awal untuk tayang perdana di 45 bioskop di berbagai daerah di Indonesia.

"Bukan sekedar kualitas dan skill yang ingin kita tampilkan, tapi niat kita untuk mengembangkan sebuah daerah, dengan menangkat adat budaya," imbuhnya.