Minggu, 12 Juni 2016 12:56 WITA

Mau Mudik Pakai Motor Dengan Selamat? Patuhi Tips Ini

Penulis: Nurhikmah
Editor: Adil Patawai Anar
Mau Mudik Pakai Motor Dengan Selamat? Patuhi Tips Ini

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Momen libur lebaran biasanya digunakan untuk mudik ke kampung halaman. Ada beberapa alternatif kendaraan yang bisa di gunakan saat mudik. Baik itu angkutan umum seperti bus, mobil sewa atau rental, mobil pribadi bahkan motor.

Bagi pembaca yang berencana untuk mudik lebaran menggunakan motor. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Khususnya dalam hal perlengkapan keselamatan saat berkendara.

1.Helm

Benda bulat ini merupakan perlengkapan utama dan wajib saat berkendara motor. Bahkan dalam undang-undang pun sudah di jelaskan mengenai standar bentuk dan penggunaannya. Sesuai Undang-undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 mengatakan, semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya memakai helm yang berSNI.

Helm adalah alat keselamatan pertama saat menghadapi terjadi benturan keras.  Sebaiknya saat memilih helm, pastikan helm ini ringan dan sesuai ukuran kepala penggunana.  Helm yang longgar dapat menimbulkan rasa  tidak nyaman saat berkendara. Pada bagian kacanya, pilihlah helm berkaca  bening, atau pelangi.

Yang penting  jangan gelap sekali, pemilihan ini berguna saat cuaca hujan deras dan malam hari. Kaca helm yang sudah banyak goresan, sebaiknya segera di ganti. Cara membersihkan kaca helm bisa dibersihkan dengan minyak kayu putih.

2. Jaket
 

Perlengkapan selanjutnya adalah Jaket. Selain melindungi pengendara dari dingin dan panas, jaket juga melindungi dari benturan saat berkendara, baik disebabkan karena jatuh, angin atau lemparan benda kecil. Pilihlah jaket yang pas untuk ukuran badan, tidak terlalu longgar dan ketat.

Jaket kulit sangat disarankan dalam berkendara, karena lebih tahan untuk melindungi dari benturan. Jaket  dari bahan kain perlu memperhatikan ketebalan dan bahan. Jaket yang baik adalah jaket yang menutupi badan pengendara, termasuk lengan dan leher. Bila perlu, bisa memilih jaket yang tahan air.

3. Masker

Masker melindungi pengendara dari asap dan bau ketika berkendara. Masker yang baik, apabila mampu menahan asap kendaraan dan nyaman di pakai. Apabila membeli masker, cobalah dahulu, pastikan sesuai dengan ukuran kepala pengguna. Memakai sleyer sebagai pengganti masker tidak disarankan, kecuali terbuat dari material yang baik dan tidak mengganggu pernafasan.

Masker disarankan menutup hidung dan leher. Sebelum digunakan dan  masker yang akan digunakan di cuci bersih agar bau masker lebih harum dan bersih. Apabila masker hanya menutup muka bagian bawah saja sudah cukup, namun apabila memakai masker sampai ke leher akan lebih baik karena menahan leher dari angin

4.Kaos Tangan

Perlengkapan ini membantu pengendara dalam urusan mengemudi kendaraan. Licinnya stang kemudi bisa di atasi dengan Kaos tangan. Ada banyak sekali jenis kaos tangan beredar di pasaran, sebagai pertimbangan,  pilih kaos tangan yang tidak terlalu kaku bahannya. Bisa juga memilih kaos tangan yang tidak menutup semua jari. Yang jelas, ketika memakai kaos tangan, kita bisa bebas mengerakkan jari-jari. Bahan dari semi kulit sangat disarankan.

5. Sepatu dan Kaos Kaki

Sangat disarankan, ketika hendak mudik memakai sepatu dan kaos kaki. Selain nyaman, pengendara akan terlindungi ketika terjadi benturan keras. Memakai sandal tidak disarankan, kecuali sandal tersebut memiiki kait pengaman dan melindungi hampir semua area kaki seperti sandal gunung. Otomatis kaos kaki harus ektra tebal.

Biasanya ketika terjadi benturan, sandal terlepas dari pengendara, hal ini sangat disayangkan. Karena kaki merupakan salah satu bagian utama hadling berkendara yaitu pengereman untuk motor tipe manual.

loading...

6.Tas bagpack dan Traveling

Alat ini tidak bisa lepas dari pemudik. Saran yang utama ketika banyak membawa barang adalah mengirim dengan jasa courier. Bagpack disarankan sebagai tempat menaruh barang yang penting ketika perjalanan.

Ketika harus menggunakan tas traveling, usahakan terikat kencang dan tidak mudah jatuh. Perhatikan juga tali tas tersebut, jangan sampai terurai. Hal ii bisa menimbulkan resiko masuk ke dalam roda atau rantai. Apabila memakai motor matic, silahkan di taruh di depan.

Untuk motor type cub boleh di depan, dengan di ikat yang kencang dan tidak boleh melebihi tinggi stang kemudi. Bisa juga membawa Travel Pouches untuk menyiman barang yang sering dipakai semisal air dan dompet.

7. Raincoat

Untuk memudahkan pergerakan dan handling kendaraan ketika hujan lebat, pilihlah raincoat yang modelnya baju. Untuk model jubah tidak disarankan. Cek kembali keadaan raincoat, apakah masih bisa melindungi dari hujan atau sudah bocor. Apabila sudah mulai bocor, jangan  tempel dengan isolasi, tapi belilah baru. Cobalah memakai raincoat tersebut, usahakan pas di badan.

Memilih raincoat tidak hanya pas ukuran saja, tentunya juga memperhatikan warna juga. Warna yang cerah akan memudahkan pengendara lain memperhatikan laju kendaraan kita, dan membuat lebih waspada. Nah, sebagai alternatif keamanan saat hujan, WAJIB Menyalakan Lampu.

8. Rain Bagpack Cover

Saat mudik, pastikan membawa rain back pack cover, atau pelindung tas dari hujan. Benda inu berguna untuk melindungi bagpack ketika hujan. Pilihan yang tepat ketika menggunakan raincoat baju tentu saja tidak bisa melindungi bagpack dari hujan. Pilihlah rain bagpack cover sesuai dengan ukuran tas, biasanya untuk bagpack ukurannya 30 liter.

Menggunakan tas plastik kresek tidak di anjurkan, walaupun dapat menahan derasnya hujan, namun tidak efektif menahan masuknya air ke dalam tas. Barang berharga yang mudah basah paling tepat untuk di bungkus plastik kresek, bukan tas.

9.Tali Karet

Pakailah karet untuk mengikat bagpack atau tas traveling yang kita bawa. Tali rafia dan sejenisnya sangat tidak disarankan. Pada kondisi naik, getaran dan bergerak tali rafia mudah kendor. Yang paling aman dengan memakai tali karet yang bisa menyesuaikan bentuk tas yang di ikat. Sesuaikan dengan ukuran barang yang di ikat.

Atur kekencangan tali sedang dengan baik, tidak terlalu kondor dan sangat kencang. Apabila tidak harus menali di body motor akan lebih baik.

10. Jam Tangan

Pakailah jam tangan untuk melihat berapa waktu yang sudah kita tempuh. Secara normal, berkendara setiap 2 jam diharuskan istirahat sebentar.  Badan manusia relatif capek dengan berkendara selama itu. Nah, dengan memakai jam tangan, kita bisa mengatur kapan melaju dan istirahat.

Walaupun sudah ada Handphone, tidak disarankan untuk melihat ketika kendaraan melaju kencang, baik pengendara ataupun pembonceng.

Loading...
Loading...