Kamis, 11 Januari 2018 08:18 WITA

Mengenal Para Pemain Film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui

Editor: Mulyadi Abdillah
Mengenal Para Pemain Film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui
Poster Film Silariang

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kesuksesan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh sutradara maupun penulis skenario. Pemilihan pemain yang berkompeten juga mempunyai andil dalam membesarkan nama sebuah film. 

Seperti halnya dengan Silariang Cinta Yang (Tak) Direstui (SCYTD), sebuah film produksi dari Indonesia Sinema Persada. Para pemain yang dilibatkan mampu menunjukkan kualitas akting yang mumpuni. 

Tidak hanya pemain utama seperti Bisma Karisma yang berperan sebagai Yusuf, Andania Suri Dewi sebagai Zulaikha dan pemain Senior seperti Dewi Irawan yang berperan sebagai Puang Rabiah, ibunda Zulaikha. Pemeran pendukung sebut saja seperti Muhary Wahyu Nurba yang berperan sebagai Pak Dirham yang merupakan ayah dari Yusuf juga patut diperhitungkan. 

Muhary mengungkapkan, ini memang kali pertamanya ia bermain film. Namun ia sudah lama bergelut dalam seni peran. Ia mengaku, sejak masih dibangku kuliah sekitar 21 tahun yang lalu ia sudah terjun dalam dunia teater. Namun menurutnya dunia teater dan perfilman jauh berbeda. 

"Tantangannya berbeda di panggung dan di depan kamera karena di kamera seluruh kesalahan bahkan kesalahan kecil akan terlihat sehingga membutuhkan konsentrasi yang tinggi," tuturnya, Kamis (11/1/2018).

Namun hal tersebut tidak lantas menyulutkan semangatnya, ia tetap belajar untuk mampu menunjukkan kualitas akting yang maksimal. "Kami (pemain) saling sharing, saling mengisi. Bahkan pemain lawakan seperti Dewi Irawan juga banyak memberikan masukan," tambahnya.

Mengenal Para Pemain Film Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui

Berbeda dengan Mukhary, Cipta Perdana yang berperan sebagai Kakak Zulaikha adalah seorang announcer di salah satu radio swasta di Makassar. Baginya, syuting film ini adalah pengalaman yang baru. 

Meski selama proses syuting ia harus tinggal jauh dari perkotaan dengan cuaca ekstrim dan tanpa jaringan, ditambah dengan jam syuting yang terkadang dilakoninya sampai dini hari. Namun, hal tersebut mempunyai kesan tersendiri baginya dan semua proses yang telah dijalani adalah sesuatu yang menyenangkan.

Hal senada disampaikan Fail Firmansyah, pemeran Akbar dalam film SCYTD. Ia menilai, proses syuting mempunyai suka dan duka, namun pria kelahiran Luwu tersebut mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dipetik dari film ini. 

"Kita bisa melihat tontonan yang menyajikan perbedaan kasta, budaya dan adat Bugis-Makassar, kekuatan cinta dan restu orang tua yang dikemas sesuai zaman sekarang," kata dia.

Berbeda dengan pemain yang satu ini, Sese Lawang atau Puang Ridwan yang merupakan paman dari Zulaikha. Ia adalah seorang pengajar di sanggar Kassa Jeneponto, pencipta lagu sekaligus penyanyi Makassar. 

Menurutnya, banyak pengalaman dan pembelajaran berharga selama syuting film SCYTD. Pasalnya, ini juga merupakan kali pertama dalam dunia peran namun ia tetap mencoba mengimbangi pemain-pemain lain. Baginya, film ini sarat akan makna. Kita harus menghargai adat budaya yang telah hidup dalam masyarakat, terlebih budaya Bugis-Makassar masih sangat kental. 

"Berbicara soal adat yah kita harus ikuti aturan adat. Jika melanggar harus menerima resiko dan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan" tandasnya.

Film SCYTD ini memang merupakan film yang mengangkat tema adat-budaya Bugis Makassar. Film ini disajikan dengan fenomena yang sering muncul yakni pertentangan cinta dan garis keturunan. 

Untuk mengetahui bagaimana kelanjutan kisah cinta Yusuf dan Zulaikha, nantikan filmnya diputar serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Januari 2018.