Rabu, 10 Januari 2018 07:30 WITA

Umur Wanita Lebih Panjang Daripada Pria, Mitos Atau Fakta?

Editor: Fathul Khair Akmal
Umur Wanita Lebih Panjang Daripada Pria, Mitos Atau Fakta?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Apa benar wanita lebih panjang umur daripada pria? Tampaknya ya, jika dilihat dari laporan yang dilakukan oleh Gerontology Research Group (GRG). Organisasi ini aktif mencatat keberadaan supercentenarian, orang-orang yang berumur panjang di atas 110 tahun.  

Berdasarkan laporan GRG, rekor manusia tertua saat ini dipegang oleh Nabi Tajima, 117 Tahun asal Jepang. Wanita yang lahir pada tahun 1900 ini juga memegang rekor orang Jepang dan Asia tertua yang pernah hidup di muka bumi.

Sebelum Tajima, rekor manusia tertua juga dipegang oleh seorang wanita asal Jamaica, Violet Brown, yang hidup hingga 117 tahun dan sudah meninggal dunia. Sebelum Brown, di usia yang sama (117 tahun) rekor ini (lagi-lagi wanita) dipegang oleh Emma Morano, wanita asal Italia.

Selain GRG, data statistik organisasi lainnya, misalnya Badan Kesehatan Dunia (WHO), juga memperlihatkan bahwa wanita lebih panjang umur daripada pria.

Meski kebanyakan wanita mengalami tingkat stres lebih tinggi, penyakit kronis lebih banyak, tingkat depresi lebih tinggi, angka kecemasan lebih tinggi, lebih rentan mengalami kekerasan dibanding pria, namun nyatanya tingkat harapan hidup wanita lebih tinggi dibanding pria.

Faktor panjang umur pada wanita

Sebuah riset yang dilakukan di Newcastle University di Inggris menyebutkan bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat harapan hidup seseorang. Salah satunya adalah faktor DNA atau kromosom antar sel.

Manusia pada umumnya memiliki dua kromosom. Wanita memiliki dua kromosom X. Sedangkan pria satu kromosom X dan satu kromosom Y. Memiliki dua kromosom X, membuat wanita lebih “untung” karena memiliki penggandaan gen.

Alhasil, jika satu gen ada kerusakan, masih ada satu gen penggantinya. Tidak seperti pria, ketika sel-sel tubuhnya mengalami kerusakan, maka ketiadaan “gen pengganti” akan membuat pria rentan terkena berbagai penyakit.

Selain faktor gen, gaya hidup juga akan memengaruhi umur seseorang. Faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol atau pola makan tertentu dapat berdampak pada tingkat harapan hidup seseorang.

Penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa di beberapa negara, tingkat harapan hidup pria dan wanita memiliki rentang yang sangat jauh. Misalnya di Rusia, pria cenderung memiliki angka harapan hidup 13 tahun lebih rendah dibandingkan wanita. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan pria Rusia yang gemar konsumsi alkohol dan merokok.

Meskipun banyak riset membuktikan bahwa wanita lebih panjang umur daripada pria, faktor gaya hidup Anda juga berpengaruh. Jadi, bagi Anda yang ingin berhasil mencapai usia 100 tahun, mulailah perhatikan gaya hidup Anda dari sekarang!