Selasa, 02 Januari 2018 18:29 WITA

Polisi Lakukan Penyelidikan, Drama "Hwayugi" Terancam Mandek

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Polisi Lakukan Penyelidikan, Drama

RAKYATKU.COM - Kelanjutan penayangan drama "Hwayugi" masih belum pasti selama penyelidikan kecalakaan kerja oleh polisi setempat berlangsung.

Setelah penangguhan penayangan episode 3 pada pekan lalu, sempat diumumkan jika dua episode berikutnya akan ditayangkan minggu ini berdasarkan jadwal siaran "Hwayugi".

Namun hal ini belum karena masih bergantung pada hasil investigasi oleh kepolisian dan Kementerian Tenaga KErja Korea Selatan atau MOEL. Bahkan, ada kemungkinan proses syuting drama yang dibintangi Lee Seung Gi ini ditangguhkan.

Seorang sumber dari produksi drama "Hwayugi" berkata, drama ini belum dikonfirmasi untuk tayang minggu ini.

"Keputusan akan dibuat setelah penyelidikan polisi berlangsung pada 3 Januari, jadi setiap orang saat ini dalam keadaan standby," ungkapnya yang dikutip dari Soompi.

Sebelumnya, National Union of Mediaworkers mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai pemeriksaan terhadap kecelakaan kerja di lokasi syuting "Hwayugi" yang terjadi pada tanggal 23 Desember lalu.

Menurut serikat pekerja, setelah kecelakaan itu, produksi drama terus berlanjut dengan tidak melakukan pencegahan untuk kecelkaan yang sama. 

"Pertama, meski bagian plafon yang terjatuh saat kecelakaan terjadi sudah diperbaiki, ada tempat dimana kayu yang menopang plafon sudah berpisah. Alih-alih membangun kembali atau memperkuat set area, mereka justru melakukan proses syuting dengan kondisi seperti itu, membuat peluang kecelakaan atau cedera kedua kalinya terjadi pada staf atau aktor," jelas National Union of Mediaworkers.

Selain masalah area dalam gedung, National Union of Mediaworkers juga membahas terkait kondisi lokasi suting outdoor, seperti setapak yang gelap dan sempit, kabel, papan, dan bahan lainnya berserakan di lantai, membuat set berbahaya dan berpeluang untuk terjadinya kebakaran.

Setelah pernyataan tersebut dirilis, MBC Art mengajukan keluhan resmi ke polisi mengenai kelalaian yang mengakibatkan luka dan kemungkinan ancaman atau paksaan di tempat kerja.

Diketahui kepolisian sedang mempersiapkan penyelidikan lebih lanjut. Rencananya 3 Januari 2017 akan dilakukan wawancara pada saksi. 

"Tingkat cedera korban sangat parah, itu akan menjadi fokus penyelidikan kami. Tetapi untuk resensasi atau penghentian pembuatan drama ini adalah kewenangan yurisdiksi Kementerian Pekerjaan dan Tenaga Kerja (MOEL)," jelasnya.

Tags