Minggu, 31 Desember 2017 09:03 WITA

Solusi Bagi Anda yang Selalu Salah Mencintai Seseorang

Editor: Adil Patawai Anar
Solusi Bagi Anda yang Selalu Salah Mencintai Seseorang

RAKYATKU.COM - Semua orang menginginkan akhir yang bahagia dalam cinta. Namun tak semuanya mampu mendapatkan hal itu dalam satu atau dua kesempatan. Tak sedikit mereka di luar sana yang masih berjuang untuk menemukan pasangan terbaik. Dan proses ini menjadi semakin sulit saat seseorang memiliki kebiasaan buruk untuk selalu jatuh cinta kepada pria atau wanita yang salah. Intinya, kamu terhalang dari happy end karena 'kecanduan' terhadap cinta yang salah.

Menurut Suzanne Degges-White, PhD, LPC, LMHC, NCC, psikolog dan presiden Counseling, Adult and Higher Education department di Northern Illinois University, adiksi terhadap proses menuju kepuasan seperti seks dan dinamika hubungan mempengaruhi otak seperti halnya candu. Adiksi merupakan sesuatu yang tak sehat. Ini adalah ketergantungan yang merusak dan membuat seseorang selalu mencari objek ketergantungan itu meskipun tahu betapa buruk dampak yang dihasilkannya.

Jadi jika kamu selalu mengejar orang-orang yang tidak tepat, mungkin ini saatnya untuk mencari tahu kenapa otakmu berkata bahwa mereka adalah orang yang tepat. Kamu harus belajar untuk memutus pola tersebut. Berikut ini beberapa saran yang direkomendasikan Degges-White.

Sadari dan akui adanya akar masalah

Jujurlah kepada diri sendiri dan cari tahu apa yang membuat kamu merasa 'puas' saat memilih pria atau wanita yang salah, meskipun kepuasan sesaat itu segera berganti menjadi kekecewaan.

Tanamkan dalam diri bahwa hubungan yang sehat itu harus seimbang

Sadarilah bahwa sebuah hubungan seharusnya 'memberi dan menerima dengan disertai kompromi dan penghargaan terhadap satu sama lain. Tidak seharusnya satu pihak saja yang selalu menang.

Akhiri hubungan yang bermasalah saat ini juga

Jika kamu sedang berada dalam hubungan yang mendatangkan ketidakbahagiaan, akhiri sekarang juga. Kamu tidak mungkin bisa berhenti merokok jika sebatang masih terselip di jari-jarimu.

Isi 'kekosonganmu' dengan hal-hal positif

Meninggalkan sebuah hubungan, bahkan yang mendatangkan penderitaan pun seringkali menyisakan rasa kesepian. Di tahap-tahap awal, perasaan ini begitu tak tertahankan hingga kamu merasa tergoda untuk kembali kepadanya. Isilah kekosongan batinmu dengan beralih ke hal-hal positif. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan teman-temanmu, berkenalan dengan orang-orang baru, menekuni hobi yang sudah lama tidak dilakukan, atau memasang target pencapaian baru untuk diri sendiri.

Ingatkan kepada diri sendiri bahwa kamu pantas mendapatkan kebahagiaan

Jangan pernah melupakan kalau kamu adalah manusia yang berhak diperlukan dengan baik. Kamu sama berharganya dengan orang lain. Kamu pantas mendapatkan hubungan yang konstruktif dan membahagiakan. Kamu pantas mendapatkan kesetiaan yang utuh dan menjadi prioritas.

Buatlah daftar kebutuhanmu dalam hubungan

Cobalah pikirkan hal-hal apa saja yang kamu anggap sebagai kebutuhan penting dalam sebuah hubungan sehat dan realistis. Setiap kali kamu bertemu pria atau wanita yang tidak memenuhi kriteria ini, jauhi mereka. Tidak peduli seberapa menarik pun mereka.

Jangan keburu putus asa

Ingatlah kalau membuang kebiasaan buruk itu butuh waktu, usaha, dan kedisiplinan. Tak jarang pula kamu gagal melakukannya. Tetapi jangan menyerah. Jangan pernah menyerah sampai kamu benar-benar berhasil melakukannya.

Itulah beberapa saran untuk memutus kebiasaan buruk dalam memilih pasangan yang mungkin perlu kamu terapkan sekarang juga.