Rabu, 06 Desember 2017 17:35 WITA

Difabel Tuna Rungu Nonton Drama I Tolok

Editor: Adil Patawai Anar
Difabel Tuna Rungu Nonton Drama I Tolok

RAKYATU.COM, MAKASSAR - Sejumlah penyandang disabilitas (difabel) turut penasaran menyaksikan pementasan drama teater I Tolok di Gedung Kesenian Societeit de Harmonie, Makassar pada Rabu, (6/12/2017). 

Ini adalah hari kedua pementasan drama tentang sejarah bandit "Robin  Hood" di Makassar.

Para difabel yang datang adalah tuna rungu. Rombongannya berjumlah 10 orang, termasuk sang pemandu. Bagi Pimpinan Produksi I Tolok, Armin Mustamin Toputiri, kedatangan para difabel ini sungguh spesial.

Awalnya, Armin sulit membayangkan para penyandang disabilitas itu bisa mengapresiasi sebuah karya seni pentas drama. 

"Bukankah mereka tak bisa mendengar adu dialog para pemain di atas pentas? Tapi jawab seorang pemandu, mereka bisa mengerti dari ekspresi mimik dan gerak para pemain," kata Armin sesaat lalu.

Bagi Armin, di sinilah pentingnya semiotika dalam dunia peran. Penghayatan, ekspresi, mimik, bloking, dan lain-lain dari aktor/aktris sangat menentukan sebuah pentas teater. 

Kisah heroik I Tolok Daeng Magassing inilah yang ditulis dalam naskah drama oleh Rahman Arge, dipentaskan oleh Teater Studio Makassar di bawah arahan Sutradara Goenawan Monoharto. Menampilkan sejumlah aktor/aktris Makassar, diantaranya Fajar Baharuddin, Andi Naufah Patadjangi, Haeruddin, Ishakim, Ary Bayu Reksa, Andi Agung Iskandar, dan lainya.

Berita Terkait