Senin, 04 Desember 2017 02:00 WITA

Komentar Pedas Nikita Mirzani Soal Insiden Sulap Demian

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Komentar Pedas Nikita Mirzani Soal Insiden Sulap Demian
Nikita Mirzani.

RAKYATKU.COM - Edison Wardhana menjadi korban aksi sulap Demian Aditya. Edison Wardhana yang menjadi stuntman dalam aksi sulap itu dikabarkan kritis dan sempat koma, paru-paru bolong dan beberapa tulang rusuk patah.

Kecelakaan tragis yang dialami Edison Wardhana menarik perhatian banyak pihak. Nikita Mirzani yang dimintai komentar mengatakan, Demian Aditya seharusnya tidak menjalani pertunjukan berbahaya yang mengancam nyawa, apalagi sebelumnya pernah gagal pada ajang American Got Talent.

"Ya gue nggak kenal juga (Demian), mungkin bisa lebih berhati-hati, kalau belum yakin jangan dilakukan, karena kan sebelumnya Niki juga udah pernah lihat video dia yang di Got Talent, dia sempat melakukan hal yang sama, tapi kalau yang ini miss nggak jatuh," kata Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani menyayangkan aksi sulap Demian Aditya yang memakan korban Edison Wardhana atau Echon di acara SCTV Awards pada Rabu (29/11) malam. Sebagai penikmat atraksi sulap, Nikita menduga insiden itu terjadi karena kurangnya persiapan. 

Ibu dua anak itu lantas menyayangkan aksi sulap Demian Aditya yang memakan korban Edison Wardhana atau Echon di acara SCTV Awards. Bahkan ia membandingkan pertunjukan sulap di luar negeri yang pernah ditontonnya dengan yang dimainkan pesulap lokal.

"Niki salah satu orang yang suka magician, sulap-sulapan. Sampe Niki nonton di YouTube, siapa saja pesulap-pesulap keren yang ada di Amerika sana. Orang luar melakukan hal tersebut  (The Death Drop) persiapannya tiga sampai enam bulan, dipelajari tiap hari," jelasnya dilansir Tabloidbintang.

Nikita Mirzani pun menyarankan para pesulap agar memberikan pertunjukan yang benar-benar matang persiapannya.

"Kalau memang mau menyajikan sebuah sulap, sajikanlah yang memang betul-betul sudah dikuasai, tidak sampai melukai siapa pun, karena stuntman manapun enggak mau kok terluka atau nyawanya hilang," pungkas Nikita Nirzani.