Minggu, 03 Desember 2017 20:12 WITA

Cerita Pilu Gadis yang Tidak Punya Identitas

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cerita Pilu Gadis yang Tidak Punya Identitas
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Seorang gadis yang hanya dikenal sebagai Ain hidup dalam dilema. Wanita asal Malaysia ini tak punya catatan akta kelahiran atau kartu pengenal.

Meski mengaku berusia 23 tahun, Ain sebenarnya tidak tahu kapan dia lahir. Dia hanya menebak-nebak saja.

"Saya ingin berkeluarga, dan tahun depan saya memang berencana untuk menikah. Calon suami saya sudah ada, tapi bagaimana saya mengisi formulir jika saya tidak memiliki identitas," kata Ain.

Dia berharap menjadi warga negara yang sah, mengantongi identitas negeri jiran itu. Sehingga tidak lagi hidup dalam ketakutan. "Tapi sampai sekarang saya tidak tahu asal atau siapa yang melahirkan saya," jelasnya dilansir Dream, Minggu (3/11/2017).

Ain mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu dia telah beberapa kali ke Kantor Catatan Sipil Malaysia (NRD) di Putrajaya untuk mengajukan MyKad (KTP).

Tapi, dia kecewa karena permohonannya ditolak sebab dia tidak memiliki catatan akta kelahiran yang membuktikan bahwa dia lahir di negara ini.

Ain juga merasa dirinya bagaikan orang yang yang hanyut karena tanpa dokumen identitas. Tidak ada yang mau menerimanya sebagai warga negara yang sah.

Gadis itu menceritakan kisah hidupnya bahwa ketika dia masih kecil, dia dibesarkan di Jalan Chow Kit, Kuala Lumpur sebelum diadopsi oleh sebuah keluarga pada usia sekitar enam tahun.

Dia kemudian diserahkan ke keluarga angkat lain beberapa tahun kemudian. "Saya tidak ingat apapun saat itu. Di samping dua keluarga angkat yang tinggal di Ampang, Selangor dan Kuala Lumpur, saya belum pernah ke sekolah selain tidak memiliki nama resmi," bebernya.

Ain sebenarnya bukan nama aslinya. Nama itu berasal dari keluarga angkatnya. "Jadi saya anggap itu nama resmi saya. Umur juga saya kira-kira saja karena tidak tahu tahun berapa dilahirkan," ucap dia.

Ketika Ain tinggal bersama keluarga angkat itu, dia terpaksa melakukan pelbagai pekerjaan orang dewasa seperti menjual sate, membersihkan ayam dan ikan serta menjadi pembantu di toko.

Sebagai seorang kanak-kanak pada ketika itu, Ain ingin bersekolah namun tidak diizinkan karena tidak mempunyai catatan akta kelahiran. Inilah yang membuatnya dia hidup tertekan.

Pada usia 12 atau 13 tahun, dia nekat melarikan diri dari keluarga angkat dan kembali ke Chow Kit. Ain kemudian ditakdirkan bertemu dengan seorang transgender yang menjaganya selama beberapa tahun.