Sabtu, 04 November 2017 16:03 WITA

Cerita Andi Arsyil Jadi Pemain dalam Film Molulo

Editor: Fathul Khair Akmal
Cerita Andi Arsyil Jadi Pemain dalam Film Molulo
Andi Arsyil dan Dodi "Si Epen Cupen", Foto: Instagram

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Setelah pemutaran perdana pada Kamis 2 November lalu, film Molulo seakan menjadi target penonton bioskop Makassar. Hal ini terlihat saat pemutarannya di hari kedua, di bioskop XXI di salah satu pusat perbelanjaan Jumat kemarin. 

Salah satu faktor yang membuat orang mau menonton film ini, tentu saja terletak pada isu yang diangkatnya. Film ini seakan mengkritik tradisi perjodohan yang masih marak dalam budaya Bugis-Makassar. Meski mengangkat isu serius seputar budaya Bugis-Makassar, tetapi film dibingkis dengan ringan. 

Balutan komedi yang membaur dalam film ini, seakan mengingatkan kita pada film-film pendahulu yang juga mengangkat isu budaya pernikahan suku Bugis-Makassar seperti Uang Panaik dan Silariang. 

Selain isu yang diangkat dalam film ini, tentu saja yang menjadi penambah daya tarik ialah, akting yang diperlihatkan Andi Arsyil sebagai pemeran utama juga cukup menjanjikan. Muhammad Luthfi, aktor lokal Makassar yang berperan sebagai H Matto dalam film ini mengaku, sangat mengapresiasi pencapaian yang dilakukan oleh aktor kelahiran Makassar tersebut.

Ia mengatakan, bahwa sudah mengenal Andi Arsyil jauh sebelum ia memulai karirnya sebagai artis profesional di ibu kota. Ia pun mengaku bangga bisa bekerja sama di film Molulo. Ia mengakui bahwa sejak masih kuliah di Stimik Dipanegara, Andi Arsyil masih tetap ramah dan akrab kepadanya. 

"Malah kami punya kenangan yang sulit dilupa. Biasalah urusan para pria ganteng di masa lalu, hahaha..." ujar Luthfi yang juga menjabat sebagai sekretaris Serikat Kritikus Film (Serius) Makassar saat dikonfirmasi Rakyatku.Com, Sabtu (4/11/2017).

Andi Arsyil Rahman Putra, bukanlah wajah baru di dunia perfilamn Indonesia. Sebelum membintangi sinetron, pria kelahiran Makassar 1987 ini sempat membintangi film Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2, yang sukses di pasar perfilman Indonesia. Saat ini ia tengah mengembangkan bisnisnya melalui perusahaan dan yayasannya. 

???? syuting film molulo : "jodoh tak bisa di paksa" ... ketawa terus, segera tayang di bioskop kesayangan Anda pada bulan mei. Mohon doanya semoga lancar proses syutingnya. #molulofilm

A post shared by Andi Arsyil Rahman Putra (@andiarsyil) on Feb 11, 2017 at 4:42pm PST

Selain bermain film, ia juga menulis karya seperti Eurecle, Hope, Renew Your Hope, dan mengulang 95. 

Saat ini ia menetap di Cempaka Putih Indah, Jakarta. Dan juga mengajar sebagai dosen wirausaha di beberapa perguruan tinggi. Saat ditanya proses awal dirinya terpilih sebagai pemeran utama di film Molulo: Jodoh Yang Tak Bisa Dipaksa ini, ia mengaku cukup terkejut. 

Ia juga merasa tertantang karena untuk pertama kalinya ia berperan sebagai lelaki yang berasal dari tanah kelahirannya. 

"Awalnya saat saya latihan teater, tiba-tiba pak sutradaranya menghubungi saya untuk bermain di film Molulo. Setelah membaca skripnya, saya tertarik karena ini film mengangkat budaya di tanah kelahiran saya," katanya saat diwawancara Rakyatku.Com. 

"Tentu saja film ini sangat baik untuk ditonton, karena selain nuansa komedinya yang tidak menggurui, banyak adegan di film ini yang memperlihatkan wajah Sulawesi yang sesungguhnya terutama pada tempat wisatanya seperti Makassar, Kendari, dan Palu. Artis-artis timur yang bermain juga sangat menjanjikan, pokoknya kedepannya dunia perfilman Indonesia Timur sangat cerah," tuturnya. 

Skrip Molulo sendiri, diakui Arsyil juga berasal dari tulisannya. Ia mengakui setelah berdiskusi dengan sutradara ada bagian-bagian yang diubahnya. Ia mengaku dari tulisannya itu, Molulo akhirnya bisa menjadi salah satu film komedi yang sukses di tanah air. 

"Bahkan di Kendari ada film mancanegara yang harus diturunkan dari layar karena permintaan penonton Molulo sangat besar," pungkasnya. 

Untuk di Makassar, Molulo bisa ditonton di Bioskop XXI Mari, XXI Panakukang dan XXI Mall Trans Studio Makassar.