Jumat, 03 November 2017 10:13 WITA

Film Molulo Tayang Perdana, Bioskop Penuh Sesak

Editor: Fathul Khair Akmal
Film Molulo Tayang Perdana, Bioskop Penuh Sesak

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemutaran perdana film Molulo, 'Jodoh Tak Bisa Dipaksa', langsung diserbu penonton di bioskop XXI Mall Panakkukang, Kamis (2/11/2017) kemarin.

Bioskop tampak terlihat penuh sesak. Bahkan banyak pengunjung yang tidak kebagian karcis. Pihak crew Molulo bahkan meminta penambahan layar saat itu, namun tidak dapat direalisasikan karena sifatnya mendadak. 

Setiap penonton usai menyaksikan film ini, merasa puas dan mau datang kembali nobar hari ini, 3 November 2017 di Studio XXI Mall Ratu Indah. 

Pemeran utama Andi Arsyil Rahman merasa puas dengan penayangan perdana film ini. Dirinya tidak menyangka, film berdurasi 105 menit ini begitu apik dikemas oleh sang sutradara, ditambah akting setiap pemainnya yang begitu memukau. 

"Saya hanya bisa katakan luar biasa. Saya bangga bisa main dalam film yg mengangkat budaya daerah, dimana saya berdialog Makassar. Makassar bisa tonji," katanya. 

Film Molulo Tayang Perdana, Bioskop Penuh SesakBanyak aksi dan lakon yang tersaji begitu menghibur dan membuat baper penonton. Dari penampilan Dodi Epen Cupen, Bolang Makassar, serta beberapa aktornya yang sangat menghibur. Seperti aksi dan akting tokoh H Matto saat mempertahankan harkat martabat keluarganya.

Bahkan menurut salah seorang crew Molulo, saat adegan tersebut diambil,  suasana begitu hening. "Dan kami semua merasa seperti juga bagian dari yang kena amarah Haji Matto tersebut," katanya.

Muh Luthfi yang memerankan tokoh Haji Matto saat dikonfirmasi usai nobar kemarin menyatakan, dirinya sangat puas dengan apa yang disuguhkan dalam film Molulo "Jodoh Tak Bisa Dipaksa' ini. 

"Akting teman-teman lain saling bahu membahu. Musdalifah, Muhakdly Aco,  Zaka, Ali dan para personel Epen Cupen Dodi, Natobeko, Sisil juga pemain lainnya dari Palu dan Kendari semua menyatu menjadikan film ini menjadi sebuah sajian yang sayang kalau dilewatkan. Apalagi situasi kekinian yang mana orang kebanyakan butuh hiburan segar menyegarkan,. Nah Molulo inilah salah satu solusinya," kata Muh Luthfi yang juga adalah Sekretaris Serikat Kritikus Film Indonesia-Sulsel. 

Film romantic comedy karya Irham Acho Bachtiar ini, adalah Film yang diinspirasi dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi pada tahun 1972. Bercerita tentang sebuah romantika diantara dua pasangan yang berlainan budaya, yaitu Makassar (Sulsel) dan Kendari (Sultra). 

Sekaligus memperkenalkan kultur dan juga adat dari dua daerah itu, diantaranya yaitu mengangkat budaya tari Molulo, yang telah menjadi tren modern oleh masyarakat Kendari.