Minggu, 29 Oktober 2017 23:15 WITA

Pesan Narkoba Lewat Gojek, Artis FTV Ditangkap Bersama Kekasihnya

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pesan Narkoba Lewat Gojek, Artis FTV Ditangkap Bersama Kekasihnya
Ist.

RAKYATKU.COM - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, kembali menangkap artis pendatang baru yang tengah merintis karier di dunia FTV, Roro Safitri Triesjaya Crespin alias Safi. Ia ditangkap bersama kekasihnya, Canggih Putra Pratama terakit narkotika.

Kasubdit I Narkotika Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, kejadian tersebut berawal pada Senin (23/10/2017) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, ada seorang driver ojek online yang bernama Haryanto membuat laporan ke pihaknya. Ojek online itu melapor, karena dirinya mendapatkan pesanan pengiriman paket atau barang tanpa melalui aplikasi secara resmi.

"Seorang driver Gojek bernama Haryanto mendapatkan order pengiriman paket tanpa aplikasi di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saudara Haryanto merasa curiga dengan laki-laki tersebut dikarenakan sangat terburu-buru memberikan order paketan tersebut," kata Jean, Minggu (29/10/2017).

Saat itu, Haryanto diberikan uang sebesar Rp 300 ribu, untuk mengantar paketan tersebut ke daerah Modern Land Tangerang Kota. Tapi, Haryanto pun justru mengirimkan paketan tersebut ke Unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, untuk segera melaporkan paketan itu.

Kemudian, tim unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh AKBP Jean
Calvijn Simanjuntak, membuka paketan tersebut bersama-sama yang disaksikan oleh driver Gojek yaitu Haryanto.

"Setelah dibuka ternyata berisi 1 (satu) kotak jam merk Swiss Army didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus rokok Sampoerna Mild yang berisi 1 (satu) kantong plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis shabu dan 1 (satu) buah cangklong," ujarnya.

Lalu, tim unit IV Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya menimbang berat shabu tersebut yang diketahui berat brutto 0,5 (nol koma lima) gram. Kemudian, tim pun mengambil tindakan awal yaitu membuat Laporan Polisi (LP) model A dan melakukan cek laboratorium sementara.

"Setelah itu didapati hasil shabu tersebut positif Methamphetamine. Selanjutnya paketan tersebut dibungkus kembali dan salah seorang dari tim melakukan Control Delivery dengan menyamar sebagai driver Gojek menggantikan sodara Haryanto ke tempat tujuan yaitu Jl. Pulau Dewa Barat 2 Blok O 2 No. 17 Modern Land Tangerang Kota," ucap Jean dilansir Merdeka.

Setelah sampai di tempat tujuan, tim yang menyamar sebagai driver Gojek menelpon seseorang yang akan menerima paketan tersebut. Beberapa menit kemudian seorang laki-laki keluar dari rumah untuk menerima paketan tersebut.

"Setelah barang paketan tersebut diterima oleh seorang laki-laki yang bernama Canggih dan dengan segera tim melakukan penangkapan. Setelah dilakukan penangkapan, tim melakukan penggeledahan rumah tersangka yang di saksikan oleh kedua orang tua saudara Canggih dan security perumahan setempat," tuturnya.

Saat ingin melakukan penggeledahan di kamar Canggih, ternyata di dalam rumah itu terlihat adanya Safitri. Ketika petugas melakukan penggeledahan di kamar Canggih, ditemukan beberapa barang bukti berupa dua bungkus kertas warna cokelat berisi narkotika jenis ganja dengan berat brutto 86,54 gram.

"Ada juga 1 (satu) pack kertas papir, 1 (satu) buah alat hisab shabu (bong) dan 2 (dua) buah HP I Phone 7. Kemudian tim melakukan interogasi kepada saudara Canggih, darimana barang sabu di dapati dengan cara saudari Safitri pesan kepada temannya yaitu saudara Ardi (DPO) dengan harga Rp 850 ribu, sebanyak setengah gram," ujar Jean.

Pembayaran sudah dilakukan, lanjut Calvijn, melalui transfer mobile banking BCA dan barang bukti ganja di dapati dengan cara membeli kepada saudara Pasha seharga Rp 850 ribu perbungkus di daerah Tangerang Kota. Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yaitu Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika