09 October 2017 16:56 WITA

KTP Ernawati yang Jadi Candaan Bukan Rekayasa

Editor: Almaliki
KTP Ernawati yang Jadi Candaan Bukan Rekayasa

RAKYATKU.COM, SINJAI - Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bernama Ernawati tiba-tiba saja menjadi buah bibir warganet Kabupaten Sinjai, setelah beredar di media sosial facebook akhir-akhir ini.

Sepintas tidak ada yang salah dengan nama Ernawati dengan jenis kelamin perempuan pada KTP-e tersebut, namun jika diperhatikan pada fotonya, justru menampakkan hal yang berbeda karena terlihat seorang pria berkumis baplang jelas terlihat.

"Kutau itu saya warga namanya Erwanto, wkwkwk," ungkap salah seorang Netizen.

Setelah diselidiki Rakyatku.com dengan mendatangani kediaman Ernawati di Dusun Labetteang, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, maka terungkap jika kejadian ini sudah terjadi sejak lima tahun lalu.

Ditemui dikediamannya, Ernawati sang pemilik KTP-e tersebut mengaku, jika identitas miliknya tertukar dengan milik suaminya, di mana saat melakukan perekaman KTP-el 2012 lalu, identitas miliknya (Ernawati) terpasang foto suaminya bernawa Anbo.

"Saya juga tidak tahu kenapa bisa tertukar identitas saya dengan suami saya, karena saat kami perekaman, kami lakukan di Kantor Camat," ungkapnya.

Ernawati mengaku, jika untuk menerbitkan identitas miliknya yang asli, dia berjuang selama 5 tahun dengan bolak-balik kantor kelurahan, kecamatan, dan kantor catatan sipil, tapi dirinya juga mengaku kerap "dipimpong". 

"Saya mengurusnya penuh perjuangan pak, sampai bolak-balik kantor. dan baru bisa berhasil baru-baru ini," tambahnya.

Dirinya berharap, hal serupa tidak terulang ke warga lainnya, dan menjadi pelajaran bagi petugas pelayanan di kantor Dinas Catatan Sipil Kabupaten Sinjai.

Sementara itu, Kepala Catatan Sipil Kabupaten Sinjai, Akmal membenarkan, jika terjadi kesalahan saat perekaman massal di kantor kecamatan beberapa waktu lalu.

"Saya juga lihat di facebook. Kronolgisnya, saat terjadi perekaman, yang dipanggil untuk melakukan perekaman Istrinya, namun yang datang suaminya. Petugas yang saat itu bertugas juga tidak teliti melihat identitasnya, akhirnya muncul kejadian ini," ungkap Akmal.

Untuk memunculkan kembali identitas warga yang bermasalah, Akmal menambahkan, jika harus menghapus data awal dan melakukan kembali perekaman mulai dari awal.

Tags