Sabtu, 23 September 2017 02:00 WITA

Film Turah Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2018

Editor: Almaliki
Film Turah Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2018

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Film Turah akan menjadi perwakilan Indonesia pada ajang Academy Award atau Oscar yang akan diselenggarakan pada Maret 2018 mendatang. Film ini dipilih oleh oleh komite seleksi bentukan Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) yang diisi oleh para seniman senior Indonesia seperti Christine hakim, Mathias Muchus, dan Marcella Zalianty.

Film ini sendiri berhasil mengalahkan 130 film Indonesia yang turut diseleksi yang dirilis mulai 1 Oktober 2016 hingga 30 September 2017. 

Dikutip dari Flickmagazine, pertimbangan utama Turah dipilih menjadi perwakilan Indonesia, dikarenakan film ini dinilai sangat mewakili Indonesia lantaran memiliki karakteristik yang kuat, serta dianggap relevan dengan krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di pelbagai belahan dunia.

Hal ini dikatakan Christine Hakim yang juga menambahkan kalau Turah secara kualitas tidak lebih lebih baik, ketimbang film-film lain yang diseleksi.

"Pertimbangan utama yang melandasi terpilihnya Turah adalah, film ini dinilai tepat mewakili Indonesia, lantaran memiliki karakteristik yang kuat, serta dianggap relevan dengan krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di pelbagai belahan dunia."

Turah sendiri akan berkompetisi di kategori Best Foreign language. Ratusan film produksi negara-negara selain Amerika Serikat akan menjadi lawan Turah nantinya, sebelum diseleksi menjadi 5 film yang akan bersaing di bulan Maret mendatang.

Khusus di Asia tenggara, Turah akan bersaing dengan film-film dari Kamboja (First They Killed My Father garapan Angelina Jolie), Laos (Dearest Sister), Thailand (By the Time It Gets Dark), serta Vietnam (Father and Son). Tahun lalu, Surat Dari Praha karya Angga Dwimas Sasongko, gagal menembus 5 besar. Kategori ini sendiri dimenangkan oleh Film asal Iran, The Salesman karya Asghar Farhadi.

Turah adalah film perdana garapan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo dan diproduseri Ifa Isfansyah dari rumah produksi PT. Empat Warna Media. Film ini bercerita tentang kehidupan penduduk Tirang, Tegal, yang bertahun-tahun ditindas oleh tuan tanah.

Sebelumnya Turah sudah mendapatkan penghargaan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival serta Singapore International Film Festival yang memberinya piala Asian Feature Film Special Mention. Film ini semakin unik, karena dibintangi pemain-pemain lokal asal Tegal, dan sepanjang film hampir menggunakan dialog asli Tegal, Jawa.

Tags