14 September 2017 08:59 WITA

Ashanty Membahas Lima Hal Soal Millendaru Lewat Youtube

Editor: Almaliki
Ashanty Membahas Lima Hal Soal Millendaru Lewat Youtube

RAKYATKU.COM - Belum lama ini, Ashanty membuat 'Q&A Terberani Ashanty Tentang Millen' dan disiarkan langsung di saluran Youtube Hijau Musik. Ia pun mempersilakan warganet untuk bertanya pada dirinya, soal apa saja, termasuk ponakannya yang santer diberitakan, yakni Millendaru Prakasa Samudro.

Millen yang hidupnya berbeda dari lelaki biasanya, alias tampil bak perempuan tulen, disorot, usai video porno yang diduga diambil dari aplikasi Snapchat miliknya, beredar di media sosial. Bahkan kasus dugaan video porno tersebut, telah resmi dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Beberapa rangkuman pun diambil dari video tersebut.

Pertama, menurt Ashanty, Millen 'berbeda' sejak kecil, sebab Ashanty melihat Millen tertarik berdandan laiknya perempuan. "Dari kecil, Millen ini udah berbeda, artinya punya hobi nyanyi, punya hobi melukis. kalau lihat kita make up, dia pasti liatin, dari SD udah begitu. Aku suka perhatiin, kenapa anak ini suka liatin orang make up.  Dia (suka) nyanyi, mungkin anak cowok pas SD nyanyi kelihatannya lucu ya, orang tuanya juga bilang dia jago nyanyi. Tapi aku lihatnya khawatir, jangan sampai gimana-gimana. Aku lihat ada yang lain di anak ini," ungkap Ashanty.

Ashanty pun menyimpulkan, "Millen ini aku yakin ada 2 faktor yang membuat orang bisa menyukai sesama jenis atau perbedaan genetik. Pertama, dari kecil dia merasakan perbedaan dalam tubuh dia. Dia selalu bilang dia berada di tubuh yang salah," tuturnya.

"Kedua, karena lingkungan jadi kepengaruh, dan yang kedua ini aku enggak bisa terima karena itu bisa balik, kan cuma kepengaruh karena lingkungan aja," lanjutnya.

Kedua adalah Ashanty mengaku kalau awalnya ia tak mudah menerima kenyataan memiliki anggota keluarga yang 'berbeda' dari lainnya. Namun, Ashanty sadar dalam hidupnya sudah ada yang mengatur.

"Kita tidak bisa memilih siapa yang akan jadi keluarga kita, orang tua kita, anak kita. Semua sudah diatur sama yang kuasa," ungkapnya.

"Dia curhat sama aku. Dia bilang, 'Tante, aku kok enggak suka sama perempuan ya? Aku dari kecil sukanya ini itu. Kalau lihat laki-laki, maaf ya, agak bergairah, tapi kalau lihat perempuan enggak.' Terus aku bilang ke dia, untuk jangan diterusin dan coba lawan itu semua," kenang Ashanty.

Kala itu, Ashanty tak bisa mengambil sikap yang keras kepada Millen. Apalagi usianya masih tergolong sangat muda. Ashanty takut jika Millen mengambil langkah yang salah.

"Aku tanya sama dia, mau terapi apa enggak? Dia bilang enggak mau, akhirnya aku ajak dia untuk melakukan kegiatan positif. Aku minta dia kerjain kerjaan laki-laki, dia enggak mau. Makanya aku berusaha mengarahkan dia ke arah yang benar, biar dia enggak salah langkah," kata ibu dua orang anak itu.

Ketiga, Ashanty sudah menganggap perbuatan Millen melampaui batas. Ia lelah melihat kelakuan Millen dan pergaulannya dengan orang-orang yang bisa menerima dia apa adanya, yang semakin membuat Millen percaya diri, jika masih banyak orang yang menerima perbedaan itu.

"Sepertinya makin ke sini, aku udah bukan orang yang dia percaya. Aku mungkin terlalu banyak marah karena aku lihat teman-temannya atau aku marah karena lihat dia melakukan hal-hal yang keluar batas. Mungkin dia udah enggak nyaman, jadi enggak main lagi ke rumah buat cerita sama aku," ujar Ashanty.

"Sampai akhirnya aku harus lepas tangan dari dia. Artinya, aku tidak mau mendengar curhatan dia, dan mengerti dia dengan kondisi aku yang tidak terima dengan perlakuan dia," imbuhnya.

"Akhirnya aku pasrah, dan keluarga juga mulai tahu. Orang tuanya yang tadinya enggak main media sosial, akhirnya melihat. Aku hanya bisa balikin dia ke orang tuanya. Aku hanya tantenya saja yang mungkin memberi saran dan bimbing dia, tapi kalau enggak kena juga kan harus orang tuanya yang ngasih tahu," terangnya.

"Tapi ternyata orang tuanya juga sudah tidak didengar. Akhirnya mungkin terlalu bebas, dan kita dari mulai marah, nangis sampai ngomong baik-baik, enggak ada yang kena juga di dia," lanjutnya.

Baca juga: Ashanty Curhat, Singgung Video Panas yang Mirip Millendaru?

Keempat, Ashanty merasa malu, marah, kecewa, semua bercampur dalam hati Ashanty saat melihat video porno Millen. Karenanya, usai insiden itu, seluruh keluarga besar Ashanty berkumpul untuk berdiskusi.

"Akhirnya kita mengumpulkan keluarga besar. Kita panggil dia, dia nangis depan kita, dia bilang dia minta maaf, dia bilang (akunnya) di-hack sama orang," ucap Ashanty.

"Kita hanya bilang, 'Kemarin kamu bilang enggak mau nyusahin keluarga kan, tapi kalau udah kayak gini yang kamu susahkan siapa? Yang akan bantu kamu siapa? 'Kalau itu di-hack orang, di-hack siapa?' Kita bener-bener tanya semuanya. Apa temen kamu dalam keadaan tidak sadar atau lucu-lucuan saja? dan jawaban dia tetap, (akun) dia di-hack," imbuhnya.

"Jadi dengan dia dilaporin, kita pihak keluarga, kita hanya bisa kalau memang masuk jalur hukum, kalau bener di-hack, berarti dia korban, tapi kalau dia tahu siapa yang melakukan, kan ada pembuktiannya, dia harus menerima konsekuensinya. Kita keluarga tetap ada buat dia, bukan support ya, tapi tetap ada," kata Ashanty dengan tegas.

Kelima, meskipun malu dengan semua sikap Millen, namun garis keturunan tak penah salah. Millen tetap keponakan kandung dari Ashanty, dan ia harus menerima itu.

Baca juga: Millendaru Banyak Beribadah Usai Video Syurnya Beredar

"Dia sudah besar dan menentukan hidup dia. Kita sudah melakukan segalanya. Saya hanya berharap semoga dia bisa berubah. Benar-benar berubah jadi orang yang lebih baik. Syukur-syukur benar-benar berubah," ujar Ashanty.

"Kalaupun tidak bisa berubah, setidaknya dia jadi Millen yang kita kenal kayak dulu. Yang saya masih mau denger curhatan dan keluhannya. Dulu dia stres sampai nangis, karena kondisinya. Itu bikin kasihan dan sedih," lanjutnya.

"Millen tetap adalah keponakan saya, dan itu tidak bisa dimungkiri," tutupnya.

Tags
artis