Sabtu, 09 September 2017 08:46 WITA

Film Dokumenter Pejuang Kars Maros, Diputar di Makassar F8 

Editor: Fathul Khair Akmal
Film Dokumenter Pejuang Kars Maros, Diputar di Makassar F8 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Film Dokumenter dengan berjudul 'Pejuang Dari Gua Purbakala', ikut diputar di Makassar Eight Festival & Font (F8), Jumat (8/9/2017) malam. Film yang berhasil meraih penghargaan tertinggi di Eagle Award 2015 ini disutradarai oleh Nurtaqdir Anugrah dan Muhammad Fahmi Iskandar. Dilanjutkan sesi diskusi, usai pemutaran film itu. 

Pemeran utama dalam film ini, Iwan mengatakan, film tersebut bercerita tentang sekelompok orang yang berjuang mempertahankan bukit kars dari ancaman pertambangan.

Iwan, dalam film ini, bersikeras menentang usaha pertambangan yang hendak menghancurkan keindahan bukit kars yang menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Ia pun melakukan banyak cara untuk melawan usaha tambang itu. Semuanya, dijelaskan secara detail di film ini. 

"Saya masih ingat ketika pertama kali film ini diputar di Unhas, saya menitikkan air mata. Ini seperti film perjuangan, perebutan wilayah kelola yang ujungnya dimenangkan oleh kita, dengan tercabutnya izin tambang," kata Iwan saat kepada Rakyatku.com.

Iwan menambahkan, dengan tercabutnya izin tambang di daerah kars yang berada di Maros, akhirnya masyarakat mengubahnya menjadi objek wisata sejarah. Dengan menjadi objek wisata, bukit kars Rammang-rammang berhasil menyejahterakan masyarakat yang berada di daerah ini tanpa harus merusak alamnya. 

Sementara itu, produser film dokumenter ini mengatakan, film dokumenter termasuk pejuang dari Gua Purbakala, harus memiliki dampak terhadap subjek dan masyarakat, bukan hanya jadi kajian artistik belaka. 

"Film dokumenter di Eagle Award itu tidak hanya jadi kajian artistik belaka. Tetapi punya dampak terhadap kehidupan masyarakat," ujarnya. 

Ia juga menambahkan, yang paling rumit yang dilakukan dalam proses pembuatan film dokumenter itu, ialah riset. Riset ini tentunya harus kuat dan bisa membuat film menjadi faktor perubahan kehidupan masyarakat yang lebih baik. 

Tedi melanjutkan bahwa ia merasa terapresiasi dengan diputarnya film ini di F8. Usaha untuk menyadarkan masyarakat akhirnya bisa diwujudkan juga melalui film ini. 

"Film Dokumenter itu sembilan sampai sepuluh tahun kedepan bisa mengalami puncak kejayaan. Karena bagaimanapun film dokumenter itu akan menjadi penanda lahirnya sebuah sejarah," pungkasnya. 

Tags