Selasa, 05 September 2017 14:14 WITA

Trailer "Molulo: Jodoh Tak Bisa Dipaksa" Diluncurkan

Penulis: Himawan
Editor: Almaliki
Trailer

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu film Makassar yang paling ditunggu tahun ini, Molulo: Jodoh Tak Bisa Dipaksa, resmi meluncurkan trailernya. Trailer ini langsung diunggah oleh sutradara Molulo, Irham Acho Bachtiar di channel youtubenya pada Senin malam (4-9-2017).

Marketing Komunikasi & Publisitas film Molulo wilayah Sulawesi, Muh. Luthfi menerangkan, jika film Molulo ini begitu dinantikan oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Tidak hanya itu, penggunaan aktor dan artis nasional yang berdarah Sulawesi membuatnya optimis, film ini akan laris di pasar perfilman Indonesia. 

"Tentu ini film yang sangat ditunggu oleh para penggemar film Indonesia. Genre drama komedi romantis yang sangat akrab di mata penonton, membuat film ini akan laris di bioskop," ujar Lutfhi saat diwawancara Rakyatku.com di sela-sela acara workshop film yang diselenggarakan Pusbang Film Kemendikbud, Selasa (5-9-2017).

Selain itu, ia juga menjelaskan jika film Molulo ini akan berbeda dengan film komedi lainnya, karena sang sutradara mengambilnya dengan gaya unik. 

"Penggunaan gaya komedi yang unik dan lebih menghindari komedi slapstick jadi keunggulan film ini," tambahnya.

Lelaki yang juga berperan sebagai H. Matto dalam film Molulo ini melanjutkan, jika saat ini film Molulo sudah dalam tahap promosi kepada masyarakat. Untuk menarik perhatian yang lebih dari masyarakat, Molulo menjadi salah satu film yang akan diputarnya di F8, acara yang berskala internasional di Makassar. 

Ia mengatakan, selain di F8, tepat di gala premier pemutaran filmnya, akan dilangsungkan meet & greet. Bintang-bintang utama seperti Muhadkly Acho dan Musdalifah (juara Suca Academy) juga akan terlibat dalam meet & greet yang rencananya akan dilaksanakan di Makassar.

Molulo sendiri akan ditayangkan serentak di bioskop pada tanggal 2 November 2017 mendatang. Film yang mengangkat tema kearifan lokal Bugis Makassar ini diunggulkan akan mengikuti jejak film lokal Makassar lainnya yang telah sukses sebelumnya, Uang Panai.