20 August 2017 19:42 WITA

“Merdeka dengan Berkarya”

Pesan dari Pesta Komunitas Makassar 2017

Editor: Almaliki
Pesan dari Pesta Komunitas Makassar 2017
Suasana seminar PKM / (IST)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pesta Komunitas Makassar (PKM) sebagai wadah berkumpul dan berkreasinya komunitas kembali digelar. Acara ini menjadi ajang temu, berkumpul, berkolaborasi untuk belajar, dan berkarya bersama para penggiat komunitas se-Makassar.

Pesta Komunitas yang telah diselenggarakan sejak tahun 2014 diharapkan mampu membangun sinergi sesama komunitas Makassar. Hingga tahun 2017 ini, jumlah komunitas yang terlibat dalam Pesta Komunitas Makassar ada 178 komunitas.

Kali ini, Pesta Komunitas Makassar 2017 hadir dengan tema “Merdeka Dengan Berkarya” dan digelar pada tanggal 19-20 Agustus 2017, berakhir hari ini. Dengan semangat kemerdekaan, komunitas kreatif di Makassar dapat berkarya dan bergerak demi Indonesia.

Pesta Komunitas Makassar sendiri mewadahi ratusan komunitas yang bergerak dalam beragam bidang yang berbeda. Mereka terbentuk atas kesamaan hobi, berkarya bersama atas kesamaan minat, bergerak bersama atas kesamaan kegelisahan terhadap isu-isu sosial.

Beragam jenis komunitas hadir sesuai tujuan masing-masing komunitas. Sejak tahun 2014, banyak komunitas yang lahir dengan beragam visi. Mereka bergerak secara independen, berkolaborasi dengan komunitas lainnya, saling berbagi dan mendukung satu sama lain.

Tidak mudah mempertahankan komunitas yang sebagian besar bersifat volunteering. Beragam permasalahan komunitas hadir sebagai bumbu-bumbu penyedap dalam berkomunitas. Mempertahankan gerakan agar terus berkelanjutan adalah salah satu permasalahan komunitas. Pentingnya regenerasi, hingga kebutuhan akan menghidupkan komunitas.

Besar harapan para penggiat komunitas yang ada di Kota Makassar untuk terus berkarya dan bergerak, serta memberi dampak besar bukan hanya di kota Makassar, tapi hingga ranah Internasional.

Untuk memberikan solusi atas beragam permasalahan komunitas, maka diadakan seminar ini, agar dapat menguatkan para penggiat komunitas secara internal dan berdampak secara eksternal di masa depan.

Peserta dari seminar ini adalah perwakilan dari komunitas-komunitas yang tergabung dalam acara pesta komunitas Makassar yang berantusias dalam mempelajari dan memahami  tentang seminar kelas kreatif.

Seminar kelas kreatif dibawakan oleh pemateri Dwinita Larasati sebagai Co-Founder Bandung Creative City Forum (BCCF) yang menjelaskan bahwa Bandung merupakan kota kreatif yang banyak melibatkan anak-anak muda komunitas, masyarakat, dan akademisi.

"Alasannya, mereka bisa diajak bersama untuk memecahkan dan memberikan solusi bagi sebuah permasalahan sosial yang kerap terjadi di kalangan masyarakat," ujar Dwinita sesuai rilis yang diterima Rakyatku.com.

Tidak hanya itu, seminar ini juga menghadirkan pemateri yaitu Fazameonk yang kerap dipanggil “Juki” menjelaskan, "Anak muda tidak boleh patah semangat, tentukan passion dan kembangkan hingga menjadi potensi dalam diri sendiri, sehingga kita berani membuat impact bagi masyarakat luas."

Sementara pemateri yang terakhir, Arief budirman sebagai wakil Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menjelaskan tentang sosial entrepreneurship.

"Komunitas harus memikirkan kondisi sosial masyarakat dan sebagai komunitas yang harus menemukan ide-ide yang berkaitan dengan sosial entrepreneurship."

Dan sebagai penutup, Dinas Pariwisata kota Makassar berpesan “Mari bersama-sama membawa kota Makassar menjadi salah satu kota yang kreatif.”