Minggu, 13 Agustus 2017 09:49 WITA

Ahli: Tora Sudiro Lebih dari Sekedar Depresi

Editor: Fathul Khair Akmal
Ahli: Tora Sudiro Lebih dari Sekedar Depresi
Tora Sudiro

RAKYATKU.COM - Mantan Deputi Rehab BNN, Kusman Suryakusuma berpendapat bila dumolid adalah obat tidur, bukan anti cemas atau depresi.

"Gangguan tidur itu ada dua, susah tidur, terus tidur gampang tapi jam 1, jam 2 susah tidur lagi, gangguan jiwa ringan," ujar Kusman dikutip dari tabloidbintang.com, Minggu (13/8/2017).

Kusman menerangkan, sulit tidur bisa disebabkan karena cemas atau depresi. Mereka yang sulit tidur biasanya cemas karena takut kehilangan sesuatu yang belum hilang. 

Jika seseorang early wake up biasanya dikarenakan depresi, karena sudah ada sesuatu yang hilang.

"Ini harus dieksplor, kasih masukan, obat aja enggak bisa nolong, kalau ketagihan obat, seluruh psikotropik itu efeknya kecanduan, adiksi, kalau sudah kecanduan dosis enggak nutup," beber Kusman.

Kusman mengimbau masyarakat bisa belajar dari kasus yang dialami Tora Sudiro. Tidak perlu ragu untuk mendatangi psikater atau dokter jiwa jika sudah menemukan gejala kecemasan berlebihan.

"Jangan punya stigma gangguan jiwa berat aja. Kalau yang namanya ganguan jiwa (jadi) stigma, malu ke kami (psikiater). Zat-zat adiksi itu dari jiwa yang pegang," pungkas Kusman.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Tora Sudiro, Lidya Wongsonegoro, menyebut alasan kliennya mengkonsumsi dumolid agar lebih mudah tidur dan menghindari kecemasan.