Sabtu, 01 Juli 2017 18:16 WITA

Gara-gara Pesawat, Ruben Onsu "Ngamuk" di Bandara Hongkong

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Gara-gara Pesawat, Ruben Onsu

RAKYATKU.COM - Komedian Tanah Air, Ruben Onsu terpaksa "mengamuk" setelah mendapat pengalaman tidak menyenangkan usai berlibur di Hongkong, Sabtu (1/7/2017).

Renacanya, Ruben Onsu dan keluarga akan ke Indonesia menggunakan salah satu maskapai penerbangan insternasional. Namun, saat tiba di Bandara Internasional Hongkong, Ruben kecewa setelah tiketnya diduga sudah dijual pihak maskapai.

Padahal, Ruben mengaku sudah membeli tiga tiket pesawat kelas bisnis dan tujuh tiket pesawat kelas ekonomi untuk pulang ke Indonesia.  

“Guys take care ya, ini lagi ada kejadian saya sudah beli tiket tiga orang bisnis, dan tiba-tiba sampai di sini mau check in balik, dia bilang full, dan dia mau ganti seenak-enaknya dia, ini di Hongkong," kata Ruben melalui akun Instagramnya.

Meski demikian, Ruben engan membeberkan maskapai yang sudah membuat dirinya kesal. “Kayanya enggak perlu usahakan, memang sudah jatahnya gue flight balik, memang sudah harus ada, kenapa lu jual ke orang lain?. Ngeri banget ini pesawat, pesawat internasional loh guys,” bebernya.

“Sorry guys gue terpaksa harus sharing ini, karena ini gue beli 3 bisnis, 7 ekonomi, dan bukan endorse, thank you, kita lihat maskapai apa, seperti apa,” kata Ruben," tambahnya.

Loading...

Gara-gara Pesawat, Ruben Onsu (Ruben Onsu/Instagram???????)

Ruben mengaku, dirinya sudah check in sejak pukul 06.00 (waktu setempa). "Tiket ini dibeli, saya tidak minta diendorse, saya beli jadi saya minta apa yang sesuai saya beli saja," kesalnya.

“Check in telat, ditinggal, check in 6 jam sebelumnya sudah dijual, jadi menurut kalian, kita kalau check in di bandara harus kapan? Seminggu sebelunya sebelum flight?" tutupnya.

Rencananya, Ruben akan tetap pulang ke Indonesia hari ini dan akan tiba di Indonesia pada pukul 20.00 waktu Indonesia. Tidak hanya itu, rencanya Ruben akan dipertemukan dengan perwakilan pihak maskapai di Indonesia dan akan meminta pertanggungjawaban.

Loading...
Loading...