Jumat, 21 April 2017 13:01 WITA

Muhajir Maknai Siri' Bola Lewat Pentas Teater di Maros

Editor: Jumardin Akas
Muhajir Maknai Siri' Bola Lewat Pentas Teater di Maros

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mahasiswa dari Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Muhajir akan menampilkan karya monumentalnya yang berjudul Siri'na Bola/Balla', yang bakal disajikan di Dusun Tanatakko, Desa Alatengae, Maros, pada 29 April mendatang. 

Teater eksperimental ini dibimbing langsung oleh tokoh teater Indonesia, seperti N. Riantiarno dan diuji oleh Guru Besar ISI surakarta, Prof. Pande Made Sukerta dan Direktur Pascasarjana ISI Surakarta, Dr. Anton Rustandy Mulyana. 

Muhajir Maknai Siri' Bola Lewat Pentas Teater di Maros

Menurut, mahasiswa yang mendalami studi Penciptaan dan Pengkajian Seni ini, karya tersebut dimaknai sebagai konsep hidup dari penyikapan ruang-ruang rumah sebagai perwujudan identitas diri. Melalui metafora rumah panggung tradisional yang dimaknai sebagai simbol siri' (harga diri) keluarga dalam kebudayaan universal, karya ini mencoba menghadirkan tentang siri' sebagai kontrol diri, Rabu, 19 April 2017

Sebelumnya karya ini telah digarap ke dalam bentuk film eksprimenral berbasis ento documentary oleh Pangkarya bersama Tanayya Art Production. 

"Dalam karya ini, saya mengkaloborasikan konteks kekinian dan peristiwa-peristiwa yang dekat dengan kehidupan masyarakat seperti tradisi mappalette' bola (pindah rumah) menjadi bahan eksplorasi karya ini," terang alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, lewat keterangan tertulis yang diterima Rakyatku.com, pada Jumat (21/4/2017). 

Muhajir Maknai Siri' Bola Lewat Pentas Teater di Maros
Bertindak sebagai sutradara, Muhajir berharap, dengan adanya kegiatan ini akan semakin memasyarakatkan seni. "Melalui seni dan budaya, kita dapat kembali mengejawantahkan Pappasang to Riolo (Pesan leluhur) yang sarat nilai kehidupan, guna yang mencapai siri' yang hakiki," ungkapnya. 

Siri' Bola dirajut bersama oleh Pascasarjana ISI Surakarta, Tanayya Art, Masyarakat Dusun Tanatakko, Pemerintah Daerah Maros, Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia (APDESI) cabang Maros, dan mendapat dukungan penuh dari Institute Seni Budaya Indonesia Sulsel, Forum Pemuda Desa, Teater Kampus FSD UNM, Teater Kita Makassar, Aco' Dance Company Makassar, Element Creative Makassar, Ida El Bahra Management, Cafe Er Colin Maros, Ka-Ga-Nga-Ngka' Sound, Pararang Community, MEC Indonesia, Sanggar Seni Katangka, Sanggar Batara Maju, dan Join Production Solo. 

Tags