Selasa, 14 Februari 2017 16:57 WITA

Remaja Cantik ini Nyaris Buta karena Mewarnai Alis

Editor: Suriawati
Remaja Cantik ini Nyaris Buta karena Mewarnai Alis
Tylah Durie

RAKYATKU.COM -  Niat hati ingin terlihat cantik, Tylah Durie malah hampir buta setelah menyemir bulu mata dan keningnya.

Menurut Dailymail, remaja berusia 16 tahun ini tidak menyadari jika dia alergi terhadap salah satu bahan dalam pewarna tersebut yaitu Paraphenylenediamine (PPD). Terlebih lagi, dia tidak melakukan tes alergi sebelum mengaplikasikannya.

BACA JUGA: Unik... Cat Kuku ini Bisa Deteksi Obat Bius

Gadis asal Victoria ini mengatakan bahwa dia mulai merasakan reaksi pewarna tersebut 30 menit setelah menyemir bulu mata dan alisnya. Reaksi awal yang ia rasakan adalah gatal dan sensasi terbakar di bagian mata dan alis.

"Mata saya besar seperti balon ketika bangun dan hampir buta akibat reaksi bahan pewarna itu. Seperti ada pasir di dalam mata dan ada pisau di kening saya," kata Tylah.

Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter menemukan bola matan Tyla terbakar akibat bahan kimia dalam pewarna tersebut. Dia juga diberi peringatan untuk tidak menggunakan produk yang sama lagi.

Remaja Cantik ini Nyaris Buta karena Mewarnai Alis

"Saya masuk rumah sakit dan dokter mengatakan saya memiliki reaksi alergi yang sangat luar biasa yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan," katanya.

Sementara itu, Jodie Phillips, juru bicara Chemcorp Pty. Ltd. yang memproduksi pewarna tersebut, mengatakan bahwa PPD adalah bahan yang biasa digunakan dalam pewarna rambut.

"Publik mengetahui ada beberapa pengguna yang tidak sesuai dengan bahan itu dan ada yang tidak kompatibel dengan kulit mereka."

"Ini adalah bahan sama yang digunakan dalam kosmetik tapi ditambah dengan pewarna," katanya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan telah memberikan peringatan pada pengguna untuk melakukan tes sebelum menggunakannya, terutama di daerah sensitif seperti bulu mata dan alis.

"Kami menyarankan pengguna untuk melakukan tes sensitivitas kulit selama 48 jam untuk setiap produk sebelum digunakan," katanya.

Phillips menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka menerima laporan seperti yang dialami Tylah