Senin, 13 Februari 2017 15:54 WITA

Grammy Awards Tahun ini Menjadi Showcase Politik

Editor: Suriawati
Grammy Awards Tahun ini Menjadi Showcase Politik
Katy Perry menyanyikan lagu Chained to the Rhythm di Grammy

RAKYATKU.COM - Mereka membiarkan musik yang bicara.

Grammy Awards tahun ini akan diingat dari lagu-lagu yang mengandung unsur protes politik, mulai dari yang halus hingga esoteris. Perlawanan untuk pemerintah Amerika Serikat datang dari seniman dari semua genre.

Pertama, di awala acara, Jennifer Lopez berbicara tentang politik, mengatakan "pada saat tertentu dalam sejarah, suara kita dibutuhkan lebih dari sebelumnya." 

BACA JUGA:

Host Grammy, James Corden juga memulai acara dengan rap: "Jalani semua ini karena ini adalah yang terbaik, dan dengan Presiden Trump, kita tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya."

Grammy Awards Tahun ini Menjadi Showcase PolitikKemudian, protes politik sangat terlihat dalam penampilan Katty Perry. Backdrop yang bertuliskan We the People (Kami rakyat) memprovokasi standing ovation dari penonton di akhir performance-nya. 

Katty menyanyikan lagu Chained to the Rhythm. Lagu ini bercerita tentang kebebasan, di mana dalam refrain lagu terdapat kalimat We think we're free (Kami pikir kita bebas).

Grammy Awards Tahun ini Menjadi Showcase PolitikKemudian, Neil Portnow, presiden dari National Academy of Recording Arts and Sciences, juga menyindir Trump dalam pidatonya.

"Recording Academy, bersama-sama dengan pembuat musik Amerika, menyerukan kepada Presiden dan Kongres untuk membantu menjaga musik dengan memperbarui undang-undang musik, melindungi pendidikan musik dan memperbaharui komitmen Amerika untuk seni," kata Portnow. 

Chance the Rapper juga tampil sangat politis dengan mengenakan hoodie hitam dengan "terima kasih" di bagian depan dan "Obama" di bagian belakang.

Grammy Awards Tahun ini Menjadi Showcase PolitikTapi tidak semua berbau anti-Trump. Dalam sebuah pernyataan berani, penyanyi Joy Villa berjalan di karpet merah dengan mengenakan gaun bertuliskan Make America Great Again, slogan kampanye Trump.