Jumat, 23 Desember 2016 03:30 WITA

Assassin's Creed: Misi Orde Templar Menghapus Kekerasan di Muka Bumi

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Assassin's Creed: Misi Orde Templar Menghapus Kekerasan di Muka Bumi

RAKYATKU.COM - Satu lagi film adaptasi video game berjudul Assassin's Creed hadir di Cinema XXI. Karya terbaru Justin Kurzel itu berkisah tentang pria biasa bernama Callum Lynch (Michael Fassbender) yang secara mengejutkan selamat dari hukuman mati.

Ia dibawa oleh Dr. Sofia Rikkin (Marion Cotillard), ilmuwan yang bekerja untuk Abstergo Industries. Pasca sadar, pria yang akrab disapa Cal itu bingung setengah mati. Sofia pun akhirnya menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.

Ternyata, anak dari pemilik Abstergo Industries, Rikkin (Jeremy Irons), itu ingin meminta bantuannya untuk menemukan Apple of Eden. Suatu benda yang dipercaya mampu menghilangkan kekerasan di muka bumi oleh Orde Templar.  

Caranya, Lynch harus bersedia menggunakan alat bernama Animus untuk kembali ke masa lalu leluhurnya Aguilar. Tak disangka, ia merupakan keturunan kredo pembunuh yang dikenal dengan sebutan Assassin's Creed. Dialah yang terakhir kali mengetahui keberadaan apel itu. Menarikya, petualangannya ke Spanyol tahun 1492 membuat Cal mendapatkan pengetahuan dan keahlian layaknya kelompok tersebut. 

Loading...

Assassin's Creed: Misi Orde Templar Menghapus Kekerasan di Muka Bumi
 
Bagi pecinta film action, Layar lebar hasil kolaborasi 20th Century Fox dan Ubisoft ini merupakan tontonan yang menarik. Meski cukup banyak memberikan perkenalan atau pendahuluan yang terbilang lama di awal, namun semua itu terbayar setelah memasuki pertengahan. Anda benar-benar disajikan sebuah aksi pertarungan jarak dekat yang tak hanya impresif dari sisi skill, tetapi juga intens serta berdarah. 

Aksi yang paling menarik tentunya adalah gerakan-gerakan Parkour yang dilakukan karakter Aguilar/Lynch dan Maria (Ariane Labed) saat dalam pengejaran. Keduanya sangat memukau melompat dari satu bangunan ke bangunan lain yang lebih tinggi dan bahkan loncat dari yang tertinggu. Cukup mendebarkan dan memberikan sensasi tersendiri, terutama bagi Anda yang suka dengan tantangan ketinggian. 
 
Sementara dari sisi cerita, yang menarik dari film ini adalah kontradiksi filosofi yang perjuangkan oleh Orde Templar dan Assassin's Creed. Templar percaya bahwa kekerasan dan perdamaian hanya bisa tercipta dengan dikebirinya kebebasan. Sementara Creed adalah pihak yang menjaga kebebasan dengan kekerasan. Friksi yang agak aneh memang, namun memberikan insight berbeda dan membuatnya layak untuk ditonton. 

Loading...
Loading...