Rabu, 04 Mei 2016 20:57 WITA

Bayar Pakai Pohon, Nikah di Jawa Barat Tak Butuh 'Uang Panai'

Editor: Wiwi Amaluddin
Bayar Pakai Pohon, Nikah di Jawa Barat Tak Butuh 'Uang Panai'

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Menikah dengan orang Bugis-Makassar butuh uang banyak.Pasalnya adat daerah tersebut, mewajibkan uang panai (mahar) yang tinggi sebagai bentuk laki-laki meninggikan derajat seorang wanita.  

Pemberlakuan uang panai, justru tak dibutuhkan masyarakat Bandung. Cukup membayar dengan pohon, kedua pasangan bisa menikah. Kejadian ini tepatnya, di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pemerintah setempat mengeluarkan program, nikah bayar pakai pohon.

Program unik tersebut bertujuan melestarikan lingkungan. Program itu disebut ‘Pengantin Peduli Lingkungan’, pemerintah Kuningan mewajibkan para pengantin baru untuk menyumbangkan lima bibit pohon untuk konservasi.

"Untuk program PPL itu pasangan yang sudah akad nikah diwajibkan menyerahkan lima bibit pohon kepada dinas terkait," kata Wakil Bupati Kuningan Acep Purnama, dilansir Antara, Rabu (4/5/2016).

Program tersebut merupakan salah satu bentuk deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi.

Diharapkan program ‘Pengantin Peduli Lingkungan’ bisa menambah jumlah pohon di seluruh kabupaten.

Selain PPL ada juga program ‘Seruling’ yaitu siswa baru peduli lingkungan, program ini juga serupa dengan ‘Pengantin Peduli Lingkungan’, namun ditujukan bagi siswa baru. 

Syaratnya pun mudah, hanya menanam satu pohon atau menyerahkan bibit pohon. Selain itu, dalam program tersebut, siswa punya kewajiban terhadap program pelestarian hutan, tanah dan air.

"Ada juga program aparatur peduli lingkungan jadi PNS wajib bersikap sebagai orang yang peduli lingkungan," tuturnya. 

Loading...
Loading...

Berita Terkait