Jumat, 23 September 2016 21:10 WITA

215 Pelajar SMA di Makassar Ikuti Perkampungan Pemuda

Editor: Andi Chaerul Fadli
215 Pelajar SMA di Makassar Ikuti Perkampungan Pemuda
Ketua BKPRMI Makassar, Mudzakkir Ali Djamil

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sekitar 215 pelajar dari SMA dan SMK di Makassar memadati aula di kediaman Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Jl Amirullah, Jumat (23/9/2016).

Mereka mengikuti Perkampungan Pemuda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Makassar sejak kemarin.

Ketua Umum BKPRMI Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, acara yang digelarnya itu merupakan program untuk mengembangkan remaja masjid sekolah.

“Kita ingin mengubah pola yang ada, selama ini pelajar atau remaja masjid bukan hanya di masjid atau di sekolah. Tapi mampu mengimplementasikan bakatnya ke masyarakat luas,” jelasnya.

215 Pelajar SMA di Makassar Ikuti Perkampungan Pemuda

Pemateri berbagai komunitas mengisi acara ini. Mereka mengasah minat bakat peserta perkampungan. 

Menurutnya, remaja masjid di sekolahan hanya berkumpul dan aktif di lingkungan masjid atau sekolah saja. Banyak dari mereka yang tidak memiliki kegiatan ketika tidak ada momen momen penting. 

Karena itu, BKPRMI ingin mengarahkan mereka menjadi remaja yang lebih baik untuk mengembangkan potensinya.

Loading...

Perkampungan pemuda ini bertujuan untuk membangun karakter. Mereka yang selama ini kekurangan sarana dapat dikembangkan melalui kegiatan ini. 

215 Pelajar SMA di Makassar Ikuti Perkampungan Pemuda

Format acara tidak sekadar mendengarkan materi akan tetapi akan diarahkan ke minat bakat peserta perkampungan. 

“Kita memperhatikan masa depan para pemuda, karenanya materi yang dibawakan bertujuan membentuk karakter. Serta untuk mengembangkan potensi diri pemuda. Juga kami harapkan pelajar ini dapat berkontribusi program dalam program walikota."

Lebih lanjut, Muda -sapaan akrab Mudzakkir Ali Djamil- mengharapkan, perkampungan pemuda bisa memunculkan interaksi sesama pemuda Makassar. Dan membangun kapasitas bagi mereka bahwa Makassar butuh kreativitas, ide, dan gagasan baru dari pemuda.

"Agar tidak lagi terjadi gesekan antar sekolah yang berujung pada pertikaian yang selama ini seringkali terjadi di kalangan pelajar. Dengan menyatukan mereka dalam satu komunitas pemuda Makassar,” jelas Mudzakkir.

Loading...
Loading...