Kamis, 19 September 2019 19:55 WITA

Ikut PTN di Samarinda, Ilologading Paropo Makassar Bawa Teater Rakyat Kondobuleng

Editor: Nur Hidayat Said
Ikut PTN di Samarinda, Ilologading Paropo Makassar Bawa Teater Rakyat Kondobuleng
Tim Teater Rakyat Kondobuleng dari Sanggar Seni Tradisional Ilologading Paropo Makassar.

RAKYATKU.COM - Tim Teater Rakyat Kondobuleng dari Sanggar Seni Tradisional Ilologading Paropo Makassar, Kamis (19/9/2019), ke Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mengikuti Pertemuan Teater Nasional (PTN) yang diselenggarakan Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 20-26 September 2019.

Pertunjukan Teater Rakyat Kondobuleng disutradarai oleh M Arsyad K atau biasa dipanggil Daeng Aca (74). 

Ram Prapanca selaku periset teater Kondobuleng selama bertahun-tahun sampai mencapai doktornya di bidang teater menyampaikan, Teater Kondobuleng mengisahkan tentang kehidupan para nelayan yang secara akrab mencari ikan bersama-sama dengan Kondobuleng. 

Di tengah aktivitas mencari ikan, datang seorang pemburu dan menembak Kondobuleng. Sang Kondobuleng terkapar dan sang pemburu hilang seketika. Para nelayan mencari Kondobuleng dan pemburu dengan berbagai macam cara. Menyeberangi jembatan, menggunakan sampan dan berenang. 

Mereka pun menemukan pemburu. Lalu secara bersama-sama mencari hingga menemukan Kondobuleng. Lalu mereka menghidupkan kembali Kondobuleng dengan mantra, doa-doa, dan nyanyian.

Menurut Ram Prapanca, Kondobuleng adalah bangau putih yang dimitoskan sebagai manusia suci.  Teater Kondobuleng berawal dari ritual dan dimainkan pada waktu malam. Pernah ditemukan pada suku Bajo di Teluk Bone, tetapi saat ini tidak dikenal lagi. 

Lalu ditemukan juga di Pangkajene Kepulauan dan digarap sebagai tarian. Lalu berkembang di Paropo Makassar dan dimainkan oleh Sanggar Seni Tradisional Ilologading pimpinan Daeng Aca sebagai teater rakyat dan dimainkan oleh 5 aktor dan 7 pemusik. 

Teater ini merupakan bentuk representasi identitas, nilai, dan fungsi sosiokultural masyarakat pesisir Bugis-Makassar. Hal itu ditemukan oleh Ram melalui teks dramatik dan teks pertunjukan, baik dialog, properti, kostum, gerak, ekspresi dalam setiap adegan. 

Tema yang dibangun adalah kemanusiaan bersumber dalam filosofi "siri' na pacce" (harga diri dan kehormatan). Di dalamnya sarat dengan identitas budaya lokal Makassar yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, religi, dan estetis. Berbagai fungsi yang diemban dalam teater ini antara lain fungsi pendidikan, sosial, dan hiburan.

Loading...
Loading...

Berita Terkait