Kamis, 17 Januari 2019 17:11 WITA

Menghemat untuk Traveling, Pasangan ini Makan Makanan dari Tempat Sampah

Editor: Suriawati
Menghemat untuk Traveling, Pasangan ini Makan Makanan dari Tempat Sampah
Ranae memegang kotak makanan yang mereka selamatkan dari tempat sampah (Foto: MDWfeatures / Ranae Scott)

RAKYATKU.COM - Ranae Scott dan Yoav adalah pasangan yang mencintai lingkungan dan traveling.

Mereka telah tinggal di sebuah van selama dua tahun dan bebas bepergian ke berbagai wilayah di AS yang mereka inginkan.

Sejauh ini mereka telah melakukan perjalanan ke lebih dari sepuluh negara bagian, termasuk Washington, Oregon, Idaho, Utah, Wyoming, Dakota Selatan, California, Nevada, Illinois, Kentucky dan Texas.

Tentu, untuk melakukan perjalanan mereka akan membutuhkan banyak uang. Untuk itu mereka berusaha berhemat, dan salah satu caranya makan makanan gratis dari tong sampah.

Ranae mengatakan bahwa dia bisa menghemat $150 hingga $ 200 (Rp2 juta - 2,8 juta) sebulan hanya untuk makanan.

Menghemat untuk Traveling, Pasangan ini Makan Makanan dari Tempat SampahCara hidupnya yang hemat telah membantunya memusatkan perhatian dan tabungannya untuk bepergian dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di luar ruangan.

Tapi, selain untuk menghemat, Ranae punya alasan lain mengambil makanan dari tempat sampah.

Loading...

"Bukan hanya untuk menghemat uang," kata instruktur tari dan yoga, berusia 30 tahun itu, dikutip dari Metro UK.

"Tapi sebagai semacam sikap etis. Mengapa saya harus membeli makanan ketika ada begitu banyak di tempat sampah? Mengapa saya tidak membantu semua orang (termasuk saya sendiri), meringankan sampah itu?"

Lebih lanjut, Ranae menjelaskan bahwa "itu membuat saya lebih sadar akan limbah, serta kesalahpahaman masyarakat kita tentang keamanan makanan."

“Ini membuat saya sadar akan dampak menyeluruh materialisme, dan kerugian hidup dalam masyarakat di mana mode diet dan praktik makan semu-etis memaksa pedagang dan bisnis membuang lebih banyak.

“Saya berharap ini mendorong lebih banyak orang untuk mengais dan menunjukkan bagaimana kapitalisme membuat boros."

"Saya juga ingin menyerukan dan meminta perusahaan-perusahaan terkenal agar lebih bertanggung jawab atas pemborosan mereka."

Loading...
Loading...