Selasa, 25 Desember 2018 13:48 WITA

Kisah Ifan 'Seventeen' Diterjang Tsunami dari Belakang Panggung

Editor: Mulyadi Abdillah
Kisah Ifan 'Seventeen' Diterjang Tsunami dari Belakang Panggung
Grup musik Seventeen saat tampil di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.

RAKYATKU.COM - Ifan adalah satu-satunya personel grup band 'Seventeen' yang selamat dari terjangan Tsunami Selat Sunda. Tiga rekannya, Bani (bassist), Herman (gitaris), dan Andi (drummer) sudah tiada dan pergi selama-lamanya. 

Jenazah ketiganya ditemukan secara terpisah. Mereka diterjang ombak tsunami yang tingginya sekira kurang lebih empat meter saat tampil di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.

Ifan menceritakan bagaimana dirinya saat tsunami merobohkan panggung tempatnya tampil. Dalam video yang beredar, gulungan ombak yang tinggi menerjang dari arah belakang panggung.

"Jadi tuh memang air datang dari belakang panggung. Saya dalam keadaan setengah sadar, saya merasa tuh tertiban rijing panggung dan badan saya kelilit kabel," cerita Ifan 'Seventeen' kepada Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dakiri di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (25/12/2018) dini hari.

Ifan pun mengaku terombang-ambing di laut dan terseret ombak. Bahkan dirinya sempat berpikir tidak akan selamat dari kejadian tersebut.

"Kemudian saya merasakan terombang-ambing. Saya sempat berpikir saya nggak akan bisa bertahan hidup. Tapi alhamdulillah, saya bisa bertahan hidup," kisahnya.

Loading...

Istri Ifan, Dylan Sahara juga ditemukan meregang nyawa. Selama mendampingi jenazah istri tercinta, Ifan tampak tegar. Sesekali menangis karena melihat para sahabat yang menangis sebelum jenazah Dylan diterbangkan di Ponorogo.

Ifan 'Seventeen' ikhlas melihat sang istri sudah kembali pulang. Sebagai suami, Ifan mengantarkan Dylan Sahara pulang sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Pagi ini, jenazah Dylan sampai ke rumah duka di kampung halaman. Ifan setia mendampingi istrinya sampai ke pemakaman. 

Loading...
Loading...