Sabtu, 01 Desember 2018 02:30 WITA

Masih Miliki 7 Sifat Ini? Tingkat Kedewasaanmu Masih Sebatas Usia

Editor: Nur Hidayat Said
Masih Miliki 7 Sifat Ini? Tingkat Kedewasaanmu Masih Sebatas Usia
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

RAKYATKU.COM - Ada kalimat "kedewasaan tidak bisa diukur dari usia". Kalimat ini ada benarnya.

Anda tak bisa melabeli seseorang sudah matang secara pemikiran, hanya dengan melihat kepala berapa usianya. Nyatanya, banyak orang-orang berusia belia yang justru sikap serta sudut pandangnya sudah sepadan dengan orang berumur jauh lebih tua darinya.

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi tingkat kedewasaan seseorang. Antara lain, cara didik orang tua, lingkungan keluarga, teman-teman dekat bahkan tingkat ekonomi juga bisa turut berperan. 

Bila Anda masih memiliki sifat di bawah ini, berarti tingkat kedewasaanmu masih sebatas usia.

1. Iri pada pencapaian orang lain dan suka membanding-bandingkan diri sendiri

Kamu pasti sependapat, bahwa Tuhan menciptakan manusia beserta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bila orang lain bisa mencapai kesuksesan dalam karirnya, tentu kamu juga dapat meraih hal serupa. Tergantung bagaimana dirimu berupaya semaksimal mungkin, dengan mengembangkan potensi yang ada dalam dirimu.

Tapi kalau kamu tak pernah berpikir akan hal itu, dan masih saja menaruh iri pada pencapaian orang lain, bisa jadi sifat dewasa itu belum tertanam dalam dirimu. Apalagi kalau sampai sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. 

2. Malu mengakui kesalahan dan kekurangan serta suka mencari kambing hitam

Melakukan sebuah kesalahan adalah hal yang wajar, dan bisa dialami oleh siapapun. Maka seharusnya, bila kamu telah terbukti berbuat salah gak usah malu buat mengakui dan minta maaf dengan berani. 

Kekeliruan itu bisa dijadikan pembelajaran agar nantinya gak terulang kembali. Melimpahkan kesalahan pada orang lain, bukanlah tindakan orang dewasa.

Jika kamu bersikeras menyangkal telah melakukan kesalahan, dan parahnya malah mencari kambing hitam, percaya deh itu justru membuat masalahmu makin runyam. Kalau sampai tindakanmu ini ketahuan, bisa lebih malu lagi kan?

3. Mudah terpengaruh dan tidak tegas dalam mengambil keputusan

Mendengarkan masukan dari orang lain, itu baik. Artinya kamu bisa menghargai pendapat serta pemikiran mereka dan tidak egois. Namun, bila dampaknya adalah kamu sering terbawa arus teman-temanmu itu baru keliru.

Jangan sampai bersikap layaknya bunglon, yang hinggap di pohon lalu warna kulitnya jadi seperti pohon. Sebagai pribadi yang dewasa seharusnya kamu telah mempunyai pendirian dan karakter yang kuat.

Kalau berteman dengan si A kamu jadi seperti dia, lalu berkawan dengan si B kamu jadi berubah seperti dirinya, apakah itu termasuk ciri orang yang telah dewasa? Tentu saja, tidak. 

Justru sebaliknya dengan begitu, dirimu kembali menjadi seperti anak-anak. Apalagi saat harus mengambil keputusan, kamu sama sekali tidak tegas dan terkesan ragu-ragu akan apa yang diyakini.

4. Selalu merasa terbebani dengan pekerjaan, dan beranggapan apa yang dikerjakan terlampau berat

Bersyukurlah jika saat ini kamu telah memiliki pekerjaan tetap yang menghasilkan. Sebisa mungkin tahan dirimu untuk mengeluh. Tentu saja, dalam bekerja sesekali kamu menemui masalah. Bukan berarti itu jadi alasan untuk berputus asa apalagi merasa terbebani. Persoalan datang untuk diselesaikan bukan sekedar diratapi.

Orang yang berpikir secara dewasa akan memandang masalah itu sebagai ujian. Bila dia berhasil melaluinya, maka level dirinya juga akan meningkat. Jadi, berani berubah dan gak takut sama masalah lagi kan? Yakinlah, persoalan itu datang beserta dengan solusinya.

5. Suka berandai-andai dan berangan tapi enggan berusaha untuk mewujudkannya

Punya mimpi adalah hal yang bagus. Melalui angan, kamu jadi punya gambaran masa depan seperti apa yang ingin dicapai nanti. Akan tetapi setinggi-tingginya mimpi, cita-cita dan angan- angan akan terus menjadi khayalan bila tidak dibarengi dengan usaha. Tak perlu takut melangkah, apalagi kawatir menemui kegagalan. Maju saja dulu, jalani dan lakukan yang terbaik.

Pasti, cepat atau lambat kamu akan meraih apa yang diimpikan itu. Mau kan, semua anganmu bisa diwujudkan. Makanya, jangan gampang mengeluh, ya!

6. Tidak bisa berdiri sendiri dan selalu bergantung pada orang lain

Memang benar kalau sebagai manusia, kita adalah makhluk sosial. Artinya, kita gak bisa hidup sendiri tanpa dukungan dari orang lain. Namun, itu bukan berarti hidupmu bisa bergantung sepenuhnya pada teman atau keluarga saja.

Semakin dewasa kamu seharusnya bisa berdiri di atas kaki sendiri, alias mandiri. Mulai dari mengurus diri, kebutuhan pribadi sampai memiliki pekerjaan dan keluarga sendiri.

Apalagi bagi seorang pria. Nantinya, kamu akan menjadi kepala keluarga dan harus bisa memimpin serta membimbing istri serta anak-anakmu dengan baik. Karenanya, dirimu wajib, membiasakan untuk bersikap mandiri sedini mungkin.

7. Tak mau dikritik dan selalu ingin dianggap benar

Suka gak suka, nyatanya kamu gak bisa menilai dirimu sendiri sepenuhnya. Maka dari itu, tak masalah bila sesekali menerima kritik dan saran dari teman atau saudara. Selama kritik itu bertujuan baik, kenapa gak diterima dengan lapang dada? Toh, tiap orang pasti punya kekurangan. Jangan sampai kamu merasa diri paling benar, apalagi sempurna.

Ingatlah, di atas langit masih ada langit. Menganggap diri sendiri paling wah, dan selalu benar adalah tindakan sombong, dan sama sekali tak mencerminkan kedewasaan.

Sumber: IDN Times