Rabu, 07 November 2018 15:31 WITA

Diperiksa Imigrasi, Maria Ozawa: Berhenti Melecehkan Saya

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Diperiksa Imigrasi, Maria Ozawa: Berhenti Melecehkan Saya
Maria Ozawa. Ist

RAKYATKU.COM - Mantan artis 'panas' Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, sempat diperiksa pihak Imigrasi Denpasar, Bali, pada Rabu (7/11/2018) dini hari.

Kedatangan Maria Ozawa ke Bali pada Senin (5/11/2018) untuk menghadiri ulang tahun temannya, Barbie Nouva.

Kasi TIK Kanim Kelas I Denpasar, Bagus Aditya Nugraha Suharyono saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap warga negara asing atas nama Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa. 

"Benar, pada hari Selasa tanggal 6 November 2018 jam 23.45 Wita, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar cq. Intelijen dan Penindakan Keimigrasian telah meminta keterangan terhadap seorang WN Jepang," kata Bagus.

Maria Ozawa dimintai klarifikasi oleh seksi Intelkadim mengenai kegiatannya di Revayah Ayung Villa yang beralamat di Jalan Sekar Tunjung XII Nomor 188, Kesiman-Denpasar. 

"Di mana di lokasi tersebut diadakan acara perayaan ulang tahun saudari Novaka Arnika," jelasnya.

Pemeriksaan ini sendiri berawal dari petugas Intelkadim yang mendapat informasi dari masyarakat melalui media sosial. Di mana di Revayah Ayung Villa diadakan acara yang mendatangkan seorang WNA berkewarganegaraan Jepang.

"Atas dasar informasi tersebut, teman-teman dari Seksi Inteldakim melakukan pengawasan atau pemantauan rutin dan pulbaket terkait keberadaan dan kegiatan WNA yang dimaksud," urai Bagus, dikutib Kompas.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Maria Ozawa. "Tidak ada pelanggaran keimigrasian oleh yang bersangkutan, sehingga diperkenankan meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar," bebernya,

Sementara itu, melalui akun Instagram pribadi, Maria Ozawa mengakui adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui maksud aparat keimigrasian yang menginterogasinya selama 4 jam.

”Saya menghadiri pesta ulang tahun teman baik saya, Barbie Nouva. Saat pesta itu berakhir, dua orang dari keimigrasian datang dan meminta paspor. Setelah diberikan, mereka pergi begitu saja membawa paspor saya,” ungkap Miyabi.

Ia menjelaskan, tidak memunyai pilihan lain kecuali mengikuti kedua orang tersebut ke kantor keimigrasian.

Saat meminta kejelasan di kantor tersebut, kata Maria Ozawa, petugas mengakui mendapat informasi dari seorang peserta pesta bahwa dirinya hendak melakukan hal buruk.

”Saya tahu semua informasi itu hanya omong kosong. Setelah mendengarkan bualan mereka selama 2 jam, akhirnya saya diberikan sejumlah berkas untuk ditandatangani. Seusai saya mau menandatanganinya, barulah pasor dikembalikan,” jelasnya.

Atas insiden itu, Maria Ozawa mengakui kecewa terhadap perlakuan tersebut. ”Itu adalah pengalaman mengerikan. Berhentilah melecehkan saya,” tegasnya.