Sabtu, 29 September 2018 03:00 WITA

10 Tanda Seseorang Berhasil Tingkatkan Kualitas Diri

Editor: Nur Hidayat Said
10 Tanda Seseorang Berhasil Tingkatkan Kualitas Diri

RAKYATKU.COM - Setiap orang pasti ada keinginan untuk mengubah sesuatu dalam hidupnya, termasuk kualitas diri. Sesungguhnya, meningkat atau menurun, semua tergantung pada bagaimana seseorang menghabiskan hari-harinya.

Lewat observasi singkat 10 tanda ini akan membantu jadi petunjuk meningkat atau tidaknya kualitas diri.

1. Sering mendapati diri bangun lebih pagi untuk mulai aktivitas kecil yang bermakna
Tak lagi bangun kesiangan karena menekan tombol snooze pada alarm. Tak perlu sampai susah susah dibangunkan orang lain. Sekarang lebih sering bangun pagi dengan sendirinya. Tentu ini adalah pertanda bagus.

Apalagi kalau ditambah dengan melakukan kegiatan kecil yang bermanfaat seperti membaca buku, lari pagi, atau visualisasikan apa yang akan dikerjakan nantinya.

2. Berani memulai sekarang tanpa beralasan dengan kata "nanti"
Pada saat sadar betapa pentingnya memulai sesuatu dari sekarang, berarti pikiran sudah maju. Alasannya tidak lain dan tidak bukan lantaran kata "nanti" atau "besok" yang biasanya cuma alasan untuk menipu diri secara halus. Ketika senang sekali menunda, tandanya memang begitu takut untuk memulai.

Seseorang yang punya kualitas diri tinggi akan terdorong untuk memulai secepat mungkin. Tak peduli dengan fakta bahwa rasanya belum punya apa-apa, namun memutuskan untuk mulai dengan apa yang dipunyai sekarang.

3. Tak lagi dilanda kegalauan,
Sering tersendat ketika sedang melakukan sesuatu biasanya dilandasi dengan perkara belum menguasai medan tersebut. Bayangkan saja, ketika tersesat saat sedang menuju suatu tempat, bibit masalahnya adalah karena belum memahami rute. Yang ada, nanti bingung sendiri di tengah jalan.

4. Antusias mencoba hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya
Antusiasme pada hal baru tentunya akan keluarkan seseorang dari zona nyaman yang mengurung sekian lama. Lakukan saja sesuai keinginan. Di luar sana ada tempat luas yang tawarkan pengalaman berharga dalam hidup, ketimbang memilih untuk terkungkung di zona nyaman.

5. Lebih banyak membicarakan ide daripada bergosip ria
Ketika seseorang belum menginjak usia dewasa, biasanya gemar berhaha-hihi dengan teman dan waktu kumpul didominasi dengan membicarakan gosip yang sedang hangat. Seiring beranjak dewasa, berteman ternyata tak hanya sekedar membicarakan hal yang kurang penting.

6. Tinggalkan sesuatu yang tak bisa dikontrol
Opini dan komentar negatif orang lain yang dilayangkan pada, serta apapun yang mereka lakukan adalah hal yang tak bisa kontrol. Maka dari itu, tak perlu memikirkannya secara berlebihan. Apalagi sampai menguras waktu.

Kalau berpikiran maju, pasti akan beralih mengurus sesuatu yang bisa dikontrol. Salah satu dari hal itu adalah tindakan.

Orang yang berkualitas akan atur langkah sedemikian rupa agar bisa tetap bahagia dalam hidup. Maka dari itu, saat punya kendali diri untuk tidak coba mengontrol tindakan orang lain, artinya seseorang sudah lepas dari salah satu biang penderitaan.

7. Berhenti mengeluh, bersyukur bisa membuat diri lebih bahagia
Menapaki usia dewasa, akan sangat baik jika merasa tak ada gunanya untuk mengeluh ini itu. Dengan begini, detik demi detik yang dilewati tidak lagi didominasi dengan keluhan. Seolah tak ada intensi untuk perburuk situasi dengan mengeluh.

8. Mulai menilai secara objektif
Terkadang manusia terlalu menyimpan benci sampai jatuhnya tidak objektif dalam menilai. Padahal tak ada yang salah dengan mengakui kebenaran omongan orang lain. Walau pun omongan itu datang dari orang yang di masa lalu pernah lakukan sesuatu yang kurang berkenan.

9. Mampu berada di situasi sulit, tapi tidak memilih terperangkap dalam keadaan itu
Kala masa-masa sulit datang, memang diharuskan untuk mampu bertahan tanpa menyerah. Namun pikiran sekarang menjadi lebih terbuka dan mulai berpikir bahwa bertahan bukan untuk selamanya terpenjara dalam kesulitan, melainkan bertahan untuk pelan-pelan bebas.

Selalu ada celah supaya bisa keluar dari masalah. Caranya adalah dengan berusaha, bukan dengan hanya duduk manis dan menunggu masalah itu pergi. Yang terpenting adalah soal melakukan upaya. Dibanding merasa tersiksa melulu.

10. Dari lubuk hati terdalam, mengakui kegagalan bukan lagi perkara yang bikin takut
Buat apa takut gagal? adalah kalimat singkat tapi ngena, yang ada dibenak orang dengan kualitas diri tinggi. Isi hati mengatakan bahwa sesungguhnya lebih takut kalau sama sekali tak mencoba alih-alih merasa takut dengan adanya kegagalan dalam hidup.

Sumber: IDN Times