Selasa, 18 September 2018 23:21 WITA

Selain Jago di Lumpur, Komunitas Motor Trail Midtrail Aktif Kegiatan Sosial

Editor: Fathul Khair Akmal
Selain Jago di Lumpur, Komunitas Motor Trail Midtrail Aktif Kegiatan Sosial
Anggota komunitas motor trail Midtrail

RAKYATKU.COM - Midtrail Makassar Gowa Takalar (Magowata) merupakan salah satu komunitas trail yang ada di Makassar. Midtrail merupakan komunitas trail adventure salah satu dari sekian bangak komunitas Trail Adventure di Makassar.

Sekretaris Midtrail Magowata, Risbal mengungkapkan komunitas tersebut masih sangat baru. Bahkan saat ini umur Midtrail baru masuk dua tahun.

"Kita bentuk komunitas ini awal Januari 2017. Sekarang baru jalan dua tahun," ungkap Risbal yang ditemui di Ruko Zambrut, jalan AP Pettarani.

Meski tergolong klub trail adventure yang sangat baru, Midtrail ternyata sudah menggaung. Midtrail telah memperlihatkan taring dengan menggelar event wisata atventure dengan start dan finis di Bendungan Bissua Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 24 Maret 2018 lalu. Wisata trail adventure tersebut dihadiri sekitar 900 crosser dari berbagai daerah, bahkan ada dari luar pulau Sulawesi.

"Teman-teman yang saat itu hadiri kegiatan kita juga heran. Banyak yang bilang kehadiran 900 crosser di event pertama oleh komunitas yang baru sudah sangat luar biasa," tambah Risbal.

Event pertama yang saat itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Gowa, Fajaruddin telah sukses digelar Midtrail. Namun pelaksanaan event kedua dan seterusnya masih diagendakan Midtrail. Untuk mengulangi event yang sama dengan target jumlah crosser dan kesuksesan yang lebih baik lagi, Midtrail terus berbenah.

"Event pertama kemarin banyak crosser mungkin karena faktor lokasi event yang mudah dijangkau. Crosser dari luar kota Makassar sangat mudah menjangkau lokasi. Namun kita masih terus belajar. Kita selalu menghadiri event-event trail yang diadakan oleh komunitas trail. Kita masih terus belajar untuk melaksanakan event," tambahnya.

Aktif kegiatan sosial

Tak berlumpur kurang asik. Kalimat inilah yang sering terlontar dari mulut para penghoby Trail Adventure. Masuk hutan dengan tingkat kesulitan jalur yang bervariasi selalu menjadi hal yang menyenangkan.

"Tapi kalau tidak ada lumpur kurang seru," ungkap Risbal. 

Lumpur selalu menjadi primadona bagi penggemar trail adventure. Namun dibalik hobi tersebut Midtrail ternyata tetap sensitif dan peduli sosial. Saat latihan bersama para crosser Midtrail bukan sekedar gas motor atau injak rem.

Crosser Midtrail ternyata tetap memperhatikan kondisi masyarakat sekitar Sokkolia, Romang Loe, Manuju, Tana Karaeng di Kabupaten Gowa. Bagaimana kehidupan ekonomi warga yang berada di sekitat jalur yang dilewati.

"Terkadang kita memberikan sembako kepada masyarakat yang kita anggap membutuhkan tambahan," ungkap Risbal.

Selain Jago di Lumpur, Komunitas Motor Trail Midtrail Aktif Kegiatan SosialSelain Jago di Lumpur, Komunitas Motor Trail Midtrail Aktif Kegiatan Sosial

Tak hanya kepada masyarakat umum, rumah ibadah, masjid juga tak luput dari perhatian crosser Midtrail. Alat kelengkapan ibadah seperti tikar juga disumbangkan di masjid-masjid yang tak jauh dari jalur latihan yang dilewati.

"Kalau di mesjid lain terkadang kita hanya titip sumbangan. Namun untuk di masjid Al Asis Bissua kita kasi full karpetnya karena memang berdekatan dengan lokasi proyek," ujarnya.

Dari Proyek ke Trail Adventure

Midtrail merupakan komunitas trail adventure yang baru dan langsung eksis. Eksistensi Midtrail terlihat dengan event wisata trail adventure yang telah suksek di gelar di wilayah Kabupaten Gowa. 

Tak hanya eksis dalam event yang diselenggarakannya, Midtrail juga slalu mengutus crossernya untuk menghadiri event komunitas trail lain. Meski telah eksis, Midtrail ternyata muncul dari proyek PT Manyyigarri Indonesia Timur. 

"Dulunya kita beli lima unit motor untuk kepentingan proyek. Kalau gunakan motor biasa lokasi proyek tidak bisa dijangkau. Namun lama-lama muncul ide untuk bentuk komunitas. Dulu banyak nama yang diusulkan hingga akhirnya mentok di Midtrail," ungkap Risbal.

Selain Jago di Lumpur, Komunitas Motor Trail Midtrail Aktif Kegiatan Sosial

PT Manyyigarri Indonesia Timur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti, tanah kapling serta perumahan. Bahkan PT Manyyigarri Indonesia Timur memiliki studio rekaman dengan artis-artis nasional.

"Kita ribuan tanah kapling, kalau perumahan ada di Barombong. Namun perusahaan ini juga ada rekamannya. Artisnya seperti Udin Lider, Anto Sarro, dira du, Ica Pantura, Prosilia, Ratu KDI dan lain-lain," tambahnya.

Midtrail yang mulanya hanya berjumlah lima orang crosser, kini semakin bertambah. Saat ini puluhan orang yang aktif. Risbal juga mengatakan banyak anggota Midtrail dari rekan kerja PT Manyyigarri Indonesia Timur. Sekali seminggu crosser Midtrail pun selalu latihan bersama (latber) di lokasi proyek PT Manyyigarri Indonesia Timur.

"Sebenarnya banyak yang mau masuk ke komunitas kami. Tapi bagi teman-teman yang telah ada komunitas kami tolak. Kita hindari adanya persepsi lain dari komunitas yang lain. Jangan sampai kita dianggap mau mendominasi. Kita tetap sarankan agar membawa nama komunitas mereka," tambahnya.

Dengan umur Midtrail yang masih sangat mudah, sefty prosedur dalam berkendara selalu jadi perhatian. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal tak diinginkan saat berada di jalur yang extreme.

"Kita memang menekankan ke semua crosser kita supaya aman saat bermain. Untuk aman saat bermain tentu kelengkapan pakaian dan motor trail harus sefty," ungkap Cakra, salah satu crosser Midtrail.