Selasa, 18 September 2018 07:15 WITA

Ini Nama-nama Produser dan Proyek Terpilih SEAscreen Academy

Editor: Aswad Syam
Ini Nama-nama Produser dan Proyek Terpilih SEAscreen Academy
Riri Riza

RAKYATKU.COM - Setelah menyeleksi  sekitar 60 produser yang mendaftarkan gagasan/ide ceritanya di SEAscreen Academy 2018, pada 12 September komite dari Rumata’ Artspace, berhasil memilih 10 besar produser yang dianggap patut untuk diundang. 

Ini adalah proses seleksi yang cukup ketat, mengingat produser yang mendaftar muncul dengan gagasan yang kuat baik secara latar konflik maupun wilayah. 

“Produser yang melamar tahun ini datang dari berbagai daerah di Indonesia Timur, seperti Mataram, Papua, Makassar, hingga Indonesia Barat, seperti Jogja, Jakarta, dan Depok. Gagasan yang didaftarkan juga mulai dari dari film cerita sekitar 80%, film pendek sekitar 20%, dan dokumenter sekitar 20%,” ujar Riri Riza, sutradara film yang juga merupakan pendiri dan direktur SEAscreen Academy, dalam rilisnya ke Rakyatku.com.

Berikut nama-nama peserta (produser) dan proyeknya yang terpilih di Producer’s Producing SEAscreen Academy:

Film Panjang (Cerita)
1. Andreuw Parinussa, Makassar - Floating School
2. Trish Pradana, Mataram - Dunia Maya
3. Halim Gani Safia, Makassar - Sebelah Mata
4. Muh Yusuf AG, Makassar - Nyanyian Sahara
5. Haediqal Pawennei,  Makassar - Jalangkote Rasa Keju

Film Dokumenter
6. Yulika Indrawati, Papua - Tonotwiyat (Hutan Perempuan)
7. Andi Fatimah Azzara, Makassar - Pasar (Kalimbu)
8. Yusnaningsi Kasim, Depok - Mattikang Balle

Film Pendek 
9. Sofyan Syamsul, Makassar - Segeri
10. Rahmat Arham, Makassar - Kebun Angin

Riri Riza melanjutkan, yang paling membanggakan adalah, melihat dalam penyelenggaraan edisi ke-6 ini beberapa peserta dari tahun-tahun sebelumnya, kembali dengan gagasan film, bahkan dengan profesi sebagai produser film yang cukup profesional. 

"Ini harus menjadi kebanggaan bagi kita, bahwa regenerasi telah terjadi sejak SEAscreen pertama kali diadakan di Makassar,” ungkapnya.

Para peserta ini, nantinya akan bertemu dengan para mentor yang adalah para produser film Indonesia, yang tidak saja berpengalaman namun juga kaya prestasi. Mereka telah memproduksi film, baik film cerita panjang, pendek, hingga dokumenter. Mentor-mentor ini antara lain; Mira Lesmana, Yulia Evina Bhara, Nan Achnas, Muhammad Zaidy, Mandy Marahimin, dan Riri Riza.

Selama 3 hari, para peserta akan mengikuti kelas intensif berupa diskusi, workshop, hingga pitching. Tema dan kurikulum yang akan mereka dapatkan, beberapa di antaranya; peran produser dalam pengembangan skenario, pemasaran dan distribusi film, hingga line-producing.

Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, SEAscreen Academy tahun ke-7 ini juga memiliki program-program menarik yang terbuka bagi publik. Di antaranya, Rumata’ Artspace akan menggelar opening night menampilkan Mira Lesmana, membawakan kuliah umum tentang profesi produser film. Lalu, di berlokasi di Benteng Rotterdam akan ada forum publik yang membahas tentang pasar sinema bersama produser profesional Indonesia, juga mengenai pemrograman festival film bersama festival programmer dari Malaysia, Lim Han Loong. 

Juga yang paling dinanti, pemutaran film-film pendek terbaik  Asia Tenggara dan karya sineas dari Makassar, termasuk Kado karya Aditya Ahmad yang baru-baru ini memenangi film pendek terbaik di Venice Film Festival, Italia, sebuah festival film tertua di dunia. Lalu, ada High Way karya Chia Chee Sum yang mendapat penghargaan SEAscreen di SEAShorts Film Festival 2018, Malaysia.

Selain itu, di XXI Mal Nipah akan diputar perdana dan khusus film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi Dian Satrowardoyo, Oka Antara & Nicholas Saputra, dan dilanjutkan diskusi dengan produsernya, Muhammad Zaidy. 

Berita Terkait