Kamis, 23 Agustus 2018 01:00 WITA

Sempat Gugup, Azriel Sembelih Sapi Kurban, Ashanty Bergidik

Editor: Abu Asyraf
Sempat Gugup, Azriel Sembelih Sapi Kurban, Ashanty Bergidik
Anang Hermansyah dan keluarganya.

RAKYATKU.COM - Putra Anang Hermansyah, Azriel memberanikan diri menyembelih sendiri sapi kurbannya, Rabu (22/8/2018). Sempat gugup, dia akhirnya memberanikan diri.

"Rasanya tegang. Mau dilepas (goloknya) kan enggak boleh dilepas. Tadi sih takbir aja 'Allahuakbar'. Aku beranilah, kan aku cowok. Soalnya tahun kemarin aku enggak berani, tapi tahun ini baru berani. Ini pertama kali, dadakan banget enggak ada rencana. Cukup sekali ini," ujar Azriel.

Keluarga Anang Hermansyah berkurban lima ekor sapi dan seekor kambing tahun ini. Sementara di kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, Anang turut berkurban beberapa kambing.

"Di sini (depan rumah) tiga sapi, di belakang masjid dua. Karena kan memang kalau kurban didahulukan ke sekitar kita. Ya karyawan, tetangga, ya masyarakat sini, yang dua, biar ada di belakang juga kita kasih," kata Ashanty ditemui di lokasi pemotongan hewan kurban, Villa Cinere Mas, Tangerang Selatan seperti dikutip dari Kumparan.com, Rabu (22/8/2018).

Seluruh keluarga Hermansyah, mulai dari Anang, Ashanty, Aurel, Azriel, Arsya, dan Arsy dengan kompak menggunakan pakaian senada datang ke lokasi pemotongan hewan kurban. Adapun sapi yang dikurbankan adalah sapi jenis limousin dengan total berat sekitar dua kuintal. 

Anang mengaku memilih sendiri sapi-sapi tersebut. Sejak kecil, dia sudah dibiasakan berkurban. Jika tahun lalu Anang turut serta dalam pemotongan hewan kurban. Kali ini pria berusia 49 tahun itu tidak ikut menyembelihnya secara langsung.

Kali ini diberikan kepada Azriel. Sempat gugup, Azriel dengan yakin menyembelih sapinya itu. Dia menarik golok beberapa kali hingga jalan napas terputus. Darah mengucur deras.

Ashanty tidak tega melihat hewan disembelih. "Takut, tapi pengin ngelihat, penasaran. Katanya kalau ngelihat sapi kita dipotong dapat pahalanya," ujar perempuan 33 tahun itu. Dia pun melihat putranya memotong hewan kurban.

Sementara sang adik, Arsy, menangis karena sapi tersebut dipotong. Kemudian, bocah tiga tahun itu bertanya lugu kepada ibunya. "Kenapa sapiku dipotong?" tanyanya.