Jumat, 06 Juli 2018 20:33 WITA

Lembaga Latoa Kenalkan Budaya Lewat Film Pendek

Editor: Aswad Syam
Lembaga Latoa Kenalkan Budaya Lewat Film Pendek
Suasana pengambilan gambar "Uang Naik vs Uang Turun" oleh Lembaga Latoa.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Dari sekian generasi muda yang masih peduli dengan budaya, mungkin personel di Lembaga Latoa ini salah satu yang patut diacungi jempol.

Anak-anak muda kreatif yang bernaung di dalamnya, getol memperkenalkan budaya di Sulawesi Selatan lewat film pendek.

Salah satu yang tengah digarap lembaga yang berdomisili di Kabupaten Maros ini, adalah film pendek berjudul "Uang Naik vs Uang Turun". 

Sutradara sekaligus pendiri Lembaga Latoa, Olank Sukardi mengatakan, film ini tentang perjodohan di Sulsel.

"Saat ini, ketika mendengar perjodohan oleh orang tua, di benak kita selalu berpikiran negatif. Padahal, salah satu kebiasaan orang tua dulu adalah jodoh menjodohkan," ujar alumni Fakultas Sastra Unhas ini.

Jebolan Teater Kampus Unhas (TKU) ini menambahkan, dalam film ini dia ingin menggambarkan, bahwa tidak semua pilihan orang tua salah. Sehingga, anak-anak kata dia tidak perlu egois.

Meski digarap anak-anak muda, pemain dalam film pendek ini kata Olank, adalah aktor-aktor senior Sulsel, di antaranya Syahriar Tato yang sudah melanglang buana di jagat perfilman tanah air.

Selain Syahriar, juga ada Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, serta Ketua DPRD Kabupaten Maros.

Film-film pendeknya banyak diupload ke youtube. "Film ini belum kami luncurkan ke youtube. Kami rencana mau adakan pemutaran dulu, sebelum diupload ke youtube," tutup Olank.