Kamis, 05 Juli 2018 16:38 WITA

Akta Buru Pertama Indonesia Diserahkan Pada Perbakin Sulsel

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Andi Chaerul Fadli
Akta Buru Pertama Indonesia Diserahkan Pada Perbakin Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan (Sulsel), menyerahkan akta buru kepada anggota Pengurus Propinsi (Pengprop) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin Sulsel), Kamis (5/7/2018).

Anggota Pengprop Perbakin Sulsel yang menerima Akta buru tersebut, antara lain Irawan Abadi, Andi Muh Fachrul Alamri, Williang Gosal dan Harris Yasin Limpo.

Sekretariat Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Herry Subagiadi mengatakan, akta buru merupakan bukti legalitas bagi anggota Pengprop Perbakin Sulsel, saat melakukan aktifitad berburu di area-area yang telah ditentukan di eilayah kerja BBKSDA Sulsel.

"Empat akta buru ini merupakan yang pertama kali dikeluarkan di seluruh Indonesia. Ini karena Perbakin Sulsel dianggap telah memiliki inisiatif untuk menata prakter perburuan di Sulsel," ungkap Herry pada Rakyatku.com.

Keluarnya empat ini, lanjut Herry, akan menjadi cikal bakal dan terus dikembangkan agar semua pecinta perburuan di Indonesia memegang akta buru dan dianggap legal secara hukum.

Pria berkacama itu mengakui bahwa selama ini perhatian terhadap kegiatan perburuan masih terbatas. Regulasi dan aturannya juga masih belum memadai. Sehingga hal-hal berkaitan dengan urusan perburuan cukup lemah.

"Untungnya di Sulsel, Kepala BBKSDA Sulsel teman-teman Perbakin punya inisiatif positif. Sehingga jadilah akta buru. Ini sangat penting karena selain menjadi legalitas perburu, akta buru juga memudahkan kita dalam pengendalian dan menata kegiatan perburuan," pungkasnya.