Senin, 25 Juni 2018 11:08 WITA

Lempar Mikrofon di Depan Felix Siauw, Hari Moekti: Aku Mantan Setan

Editor: Abu Asyraf
Lempar Mikrofon di Depan Felix Siauw, Hari Moekti: Aku Mantan Setan
Hari Moekti

RAKYATKU.COM - Salah seorang dai kondang, Ustaz Felix Siauw menulis kenangannya saat pertama kali mengenal Ustaz Hari Moekti. Itu terjadi pada 2002 lalu di Masjid Al-Hurriyyah, kompleks Institut Pertanian Bogor (IPB).

Berikut tulisan lengkap Felix Siauw di akun Instagram Hari Moekti:

Ingatanku Tentang Hari Moekti

Sekitar 2002, di Masjid Al-Hurriyyah IPB, dai itu melemparkan mic ke udara lalu menangkapnya. Memesona semua, lalu berteriak, "Aku mantan setan!" MasyaAllah.

Di tempat itu pertama kali saya mengenal dakwah Ustaz Hari Moekti. Dengan bersemangat, beliau bercerita tentang hijrahnya dan berapi-api menjelaskan tentang syariat Islam.

Mantan artis, dengan penghasilan puluhan juta sekali pentas, meninggalkan semua hanya karena Allah. Ada yang lebih keren dari itu? Pengajak maksiat jadi penyeru taat.

Berikutnya wajah beliau menghiasi materi-materi dakwah yang saya buat. "Syahadat Sempurna", itu judul materi saya yang mewakilkan beliau, hijrah yang tak tanggung. Beliau tak sungkan bicara bahwa syariat Islam adalah solusi bagi Indonesia. 

Panggung-panggung penyeru khilafah ramai dengan kehadiran dan orasi beliau.
Lisannya tegas dan lurus, hitam, dan putih terang baginya. Jadwal yang sangat padat, tapi tetap mampu harmonis dengan keluarganya, sosok dai yang sulit mencari pembanding.

Beliau hanya berharap dengan amalnya itu, jadi sebab beliau untuk masuk surga dengan membawa siapapun yang dicintai oleh beliau dan beliau mendapatkannya insya Allah.

Puncak ingatan akan beliau bagi saya, adalah ketika beliau melantunkan nasyid "Indonesia Milik Allah", liriknya, suaranya, ruh-nya, tak ayal membuat air mata saya tumpah.

Selepas Ramadan, di bulan Syawal, di tengah jadwal dakwahnya yang padat, saat memberikan kajian, 24 Juni 2018 pukul 20:49 beliau dipanggil Allah.

Yang saya pikirkan pertama kali setelah mengucap "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun" adalah. "Yaa Rabb, siapa pengganti beliau setelah ini?" Allahu Akbar.

Selamat jalan Ustaz Hari Moekti, Allah sayang antum. Saatnya engkau beristirahat dengan semua amal salihmu. Apa yang engkau perjuangkan, akan kami lanjutkan.